Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiagakan lima posko pengamanan dan pelayanan terpadu untuk menghadapi arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, serta Hari Raya Nyepi 2026. Langkah ini diambil guna memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode libur panjang.
Operasi Ketupat Rinjani 2026 Dimulai
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, menjelaskan bahwa operasi pengamanan ini merupakan bagian dari “Operasi Ketupat Rinjani 2026”. “Operasi Ketupat Rinjani 2026 dilaksanakan hingga 25 Maret 2025 dalam rangka pengamanan perayaan lebaran atau arus mudik dan arus balik di wilayah Kabupaten Lombok Tengah,” ujar AKBP Eko Yusmiarto di Lombok Tengah, Sabtu (14/3/2026).
Lima posko yang didirikan terdiri dari empat pos pengamanan (pospam) dan satu pos terpadu. Pos-pos ini ditempatkan di lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas dan jalur mobilitas tinggi.
Lokasi Posko Pengamanan dan Pelayanan
- Pospam Puyung: Berada di jalur utama yang sering dilalui pemudik.
- Pospam Bundaran LIA Bandara (Bunlar Bizam): Mengantisipasi kepadatan di sekitar area bandara.
- Pospam Kawasan Mandalika: Fokus pada pengamanan destinasi wisata utama.
- Pospam Sepakek: Terletak di perbatasan wilayah Lombok Tengah dengan Lombok Barat, berfungsi sebagai titik kontrol arus lalu lintas antarwilayah.
Sementara itu, pos terpadu ditempatkan secara khusus di kawasan Bandara Internasional Lombok. Penempatan ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas penumpang yang signifikan selama periode libur Lebaran dan Nyepi.
“Pos-pos tersebut ditempatkan di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta jalur mobilitas tinggi pada libur Idul Fitri tahun ini,” tambah Kapolres.
Fungsi Posko dan Personel Gabungan
AKBP Eko Yusmiarto menekankan bahwa keberadaan posko-posko ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan. Lebih dari itu, posko juga menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat, termasuk para pemudik yang membutuhkan bantuan atau sekadar tempat beristirahat.
Untuk mendukung kelancaran operasi, Polres Lombok Tengah menyiagakan personel gabungan. “Kami telah menyiagakan personel gabungan TNI-Polri serta instansi terkait di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Melalui sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan dukungan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani ini dapat berjalan optimal. “Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2025 ini, kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” kata AKBP Eko Yusmiarto.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan selama perjalanan, serta tidak ragu melapor kepada petugas di pos pengamanan terdekat apabila membutuhkan bantuan. “Sehingga tercipta situasi yang aman, tertib dan kondusif selama perayaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah hukum Polres Lombok Tengah,” pungkasnya.
