Angin puting beliung menerjang dua desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2/2026) sore. Peristiwa ini mengakibatkan satu rumah warga roboh rata dengan tanah dan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Rumah milik Jali (55), warga Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, menjadi korban terparah. Bagian depan rumahnya ambruk total, dengan tembok dan atap bangunan tak mampu menahan kuatnya hempasan angin. Beruntung, Jali selamat tanpa luka karena saat kejadian ia berada di bagian belakang rumah yang masih utuh.
Kepala Desa Sumberingin Kulon, Panggih Mujiono, menjelaskan bahwa angin kencang datang dari arah barat sekitar pukul 15.00 WIB. “Saat kejadian pemilik rumah ini berada di bagian belakang sehingga tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Panggih menambahkan, rumah Jali sebenarnya telah masuk dalam usulan program bedah rumah dari pemerintah desa dan direncanakan akan direnovasi dalam waktu dekat. Meskipun demikian, Jali memilih untuk tidak mengungsi. “Pemilik rumah tidak mengungsi dan memilih bertahan di bagian belakang yang masih utuh, namun tetap kita pantau,” tutur Panggih.
Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Tulungagung, Noval Hamami, mengungkapkan bahwa puting beliung tersebut berdampak pada puluhan rumah di dua desa. Selain Desa Sumberingin Kulon, Desa Bendilwungu di Kecamatan Sumbergempol juga terdampak. “Selebihnya kerusakan ringan hingga sedang di bagian atap rumah,” kata Noval.
Di Desa Bendilwungu, sebuah pohon tumbang juga dilaporkan menimpa satu rumah warga. Saat ini, BPBD Tulungagung masih terus melakukan asesmen untuk mendata secara rinci dampak keseluruhan dari bencana angin puting beliung ini.
