Polres Lamongan secara resmi memulai Operasi Ketupat Semeru 2026, sebuah inisiatif pengamanan dan pelayanan masyarakat yang akan berlangsung mulai Kamis, 13 Maret 2026, hingga Rabu, 25 Maret 2026. Apel gelar pasukan telah dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh personel gabungan.

Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, menyatakan bahwa pihaknya telah mendirikan dua Pos Pengamanan (Pospam) dan satu Pos Pelayanan (Posyan) untuk mendukung kelancaran operasi ini. “Pos pengamanan kita letakkan di wilayah vital dan rawan kemacetan antara lain Pasar Babat dan Wisata Bahari Lamongan, sementara Posyan kita ada di Terminal Lamongan,” ujar AKBP Arif pada Kamis, 12 Maret 2026.

Operasi Ketupat Semeru 2026 akan melibatkan total 331 personel gabungan. Mereka terdiri dari anggota Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait lainnya yang akan bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode operasi.

Sebelum pelaksanaan operasi, Polres Lamongan juga telah mengambil langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Jelang Ops ketupat kita juga telah melakukan penyitaan barang bukti pemicu gangguan kamtibmas antara lain knalpot brong dan miras ilegal,” tambah AKBP Arif.

Antisipasi terhadap kemungkinan gangguan lalu lintas, khususnya akibat banjir, juga menjadi perhatian utama. Pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai skema rekayasa arus lalu lintas. “Jika terdapat genangan yang mengganggu arus lalu lintas, petugas akan segera melakukan penanganan di lokasi, termasuk pengalihan arus apabila diperlukan,” jelas Kapolres.

AKBP Arif Fazlurrahman juga mengimbau masyarakat atau pengguna jalan untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat 110 jika menghadapi kendala saat melintas di wilayah Lamongan. “Apabila terjadi genangan yang berpotensi menyebabkan kemacetan, petugas TNI, Polri, dan instansi terkait akan bersiaga di lapangan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan,” pungkasnya.