Kepolisian Resor (Polres) Banggai bekerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk menggelar sosialisasi pencegahan terorisme dan penguatan sistem manajemen pengamanan bagi pegawai dan staf PLN pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah potensi ancaman radikalisme di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Perkuat Pemahaman dan Kewaspadaan
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem keamanan internal perusahaan, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman paham radikal. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman pegawai terhadap bahaya radikalisme.
“Sosialisasi ini untuk memperkuat pemahaman dan kewaspadaan seluruh pegawai PLN dalam menghadapi ancaman radikalisme,” ujar Ridwan, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Banggai, Iptu Muh. Ruhil Newton Sugiarto, yang bertindak sebagai narasumber, menyampaikan strategi deteksi dini serta langkah pencegahan radikalisme di lingkungan kerja. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemahaman tentang radikalisme bagi pegawai BUMN.
Iptu Ruhil menambahkan, “Sistem manajemen pengamanan terpadu merujuk standar Polri dan pedoman direksi PLN. Sistem ini melibatkan kolaborasi pihak keamanan dalam hal ini Polres Banggai dalam peningkatan kewaspadaan internal PLN.”
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat keamanan lingkungan kerja, PLN UP3 Luwuk dan Polres Banggai juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, berwawasan kebangsaan, dan berkomitmen pada integritas serta keamanan nasional. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme di sektor vital.
