Dua wanita di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), diamankan pihak kepolisian setelah video yang diduga melecehkan ayat Alquran beredar luas dan memicu amarah publik di media sosial. Keduanya kini telah menjalani proses pembinaan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, membenarkan langkah cepat yang diambil pihaknya. “Betul, kami sudah lakukan beberapa langkah juga termasuk pembinaan melalui tokoh agama dan pemuda,” ujar Restu Wijayanto pada Jumat, 28 Februari 2026.

Kronologi Kejadian dan Penanganan Polisi

Kasus ini bermula pada Rabu (25/2), ketika dua wanita tersebut mempelesetkan bunyi ayat Alquran dan mengartikan ayat tersebut menggunakan bahasa daerah mereka secara bercanda. Video aksi tersebut kemudian viral dan menjadi perhatian masyarakat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, laporan terkait video viral ini diterima dari salah satu tokoh agama setempat. “Baru viral di Bulukumba. Kami terima informasi lisan terkait video viral tersebut dari salah satu tokoh agama, sehingga kami langsung tindak lanjuti dengan berkoordinasi pemerintah setempat,” jelas Iptu Muhammad Ali.

Setelah menerima informasi, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua wanita yang terlibat. Langkah selanjutnya, pihak kepolisian menggelar pertemuan dengan para tokoh agama dan pemerintah setempat bersama kedua pelaku.

“Diberikan pemahaman agama, termasuk dalil-dalil Alquran didampingi tokoh agama dan pemerintah. Keduanya sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” terang Muhammad Ali.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kedua wanita tersebut telah menghapus video pelecehan ayat Alquran yang sebelumnya mereka unggah. Video tersebut kini telah diganti dengan video permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

Iptu Muhammad Ali juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Kami harapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan masalah ini, mari kita jaga situasi tetap kondusif apa lagi pada bulan suci Ramadan,” tutupnya.