Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mematangkan persiapan pengamanan peringatan Haul Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua ke-58 di Kota Palu. Diperkirakan sekitar 75.000 jemaah dari berbagai daerah di Indonesia akan menghadiri acara puncak pada 1 April 2026 mendatang.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi menyatakan bahwa pengamanan akan dilakukan secara terpadu. Personel gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, serta unsur pengamanan internal panitia akan dilibatkan.

Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

“Pengamanan akan dibagi dalam beberapa ring untuk mengantisipasi potensi kerawanan seperti kepadatan massa, pencurian kendaraan, maupun potensi gangguan Kamtibmas lainnya,” kata Irjen Pol Endi Sutendi di Palu, Jumat (27/3/2026), saat rapat koordinasi pengamanan.

Selain pengamanan, Polda Sulteng juga menekankan pentingnya rekayasa lalu lintas. Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan akan diatur dan dialihkan guna mengantisipasi kemacetan. Panitia bersama instansi terkait diminta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta menyiapkan kantong-kantong parkir yang memadai.

Penyediaan fasilitas pendukung bagi jemaah juga menjadi prioritas. Ini mencakup posko kesehatan, ambulans, toilet umum, tempat sampah, dan area parkir yang memadai. “Agar dilakukan penambahan ambulan dan penempatan personel medis di sejumlah titik guna mempercepat penanganan keadaan darurat,” tegas Kapolda.

Fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas juga diminta untuk disediakan agar seluruh jemaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Penataan Area dan Jadwal Kegiatan

Untuk pengaturan teknis di lapangan, Kapolda meminta panitia melakukan penataan area kegiatan, meliputi panggung utama, jalur VIP dan VVIP, serta area pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Distribusi makanan bagi jemaah juga harus diatur secara terencana untuk menghindari penumpukan massa. Simulasi atau gladi lapangan akan dilakukan sebelum kegiatan berlangsung untuk memastikan kesiapan personel dan teknis pelaksanaan.

Irjen Pol Endi Sutendi menegaskan bahwa Haul Guru Tua bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. “Haul Guru Tua saat ini sudah menjadi milik kita bersama. Kita semua harus merasa memiliki, menjaga bersama, serta mengambil berkah dari kegiatan ini. Ketokohan beliau harus kita teladani,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menjelaskan, rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi. “Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi, sehingga pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Djoko.

Rangkaian kegiatan Haul Guru Tua ke-58 akan dimulai dengan Festival Raudhah yang berlangsung pada 28 hingga 30 Maret 2026. Selanjutnya, kegiatan Raudhah berupa doa, tahlil, dan yasin akan dilaksanakan pada 31 Maret 2026. Puncak peringatan Haul Guru Tua ke-58 dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 sebelum Salat Dzuhur.

Dengan persiapan yang matang ini, Polda Sulteng berharap seluruh rangkaian Haul Guru Tua ke-58 dapat berlangsung aman, nyaman, dan memberikan keberkahan bagi seluruh jemaah serta masyarakat yang hadir.