Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendesak percepatan pembenahan Bandara Lombok. Langkah ini bertujuan agar wisatawan yang berlibur maupun transit semakin merasa nyaman saat berada di kawasan pelabuhan udara tersebut.
“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujar Iqbal di Mataram, Rabu (5/2/2026).
Menurut Iqbal, kondisi bandara yang nyaman akan memperkuat posisi Lombok sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Hal ini sejalan dengan rencana induk pengembangan Mandalika 2026, sebuah kawasan seluas 1.175 hektare yang mencakup area bandara.
Pengembangan Mandalika dan Layanan VIP
Rencana induk tersebut mengalokasikan 66 persen dari total luas lahan Mandalika sebagai area layak bangun, sementara 34 persen lainnya tidak diperuntukkan bagi pembangunan. Dari angka tersebut, ruang terbuka hijau publik mencapai 19 persen dari total kawasan.
Iqbal juga melihat peluang besar dalam pengelolaan layanan VIP Bandara Lombok yang dapat digarap bersama pihak swasta. Layanan ini ditujukan untuk melayani tamu-tamu penting, termasuk investor dan delegasi internasional. “Saya sudah menyiapkan satu unit mobil listrik di sana (VIP) sebagai bagian dari layanan ramah lingkungan,” ucap Iqbal.
Rencana induk terbaru membagi Mandalika ke dalam sejumlah distrik tematik, meliputi Distrik Kuta, Distrik Sirkuit, Marina West, West Lagoon, Golf Resort Community, hingga Distrik Bukit Merese. Berbagai fasilitas unggulan disiapkan, mulai dari sirkuit internasional beserta ekosistem otomotif, kawasan MICE, hotel dan penginapan bintang lima, marina, lapangan golf, pusat budaya, hingga ruang publik utama.
Pemerintah NTB berharap pengembangan ini dapat memperkuat Mandalika sebagai pusat pariwisata, penyelenggaraan acara internasional, sekaligus penggerak ekonomi baru bagi daerah.
Komitmen InJourney untuk Ekosistem Pariwisata Terpadu
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan komitmennya untuk memperkuat NTB, khususnya Lombok dan Mandalika, sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney mendorong transformasi sektor penerbangan dan pariwisata nasional melalui penguatan konektivitas internasional dan pengembangan destinasi unggulan.
“Kami tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu dari hulu ke hilir,” ucap Maya.
Ia menambahkan, penguatan bandara, destinasi, hingga layanan pendukung harus berjalan selaras agar manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Kapasitas dan Rute Bandara Lombok
Bandara Lombok memiliki kapasitas terminal sebanyak tujuh juta penumpang per tahun dan fasilitas sisi bandara yang mampu melayani pesawat berbadan lebar hingga Boeing 777. Pelabuhan internasional satu-satunya di NTB ini melayani 15 rute domestik dan rute internasional ke Singapura serta Malaysia, dengan rencana pembukaan rute baru ke Darwin, Australia.
