Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran tautan video viral berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” yang marak beredar di berbagai platform media sosial, terutama WhatsApp dan Facebook. Terungkap, link tersebut bukanlah konten video sesungguhnya, melainkan modus penipuan yang bertujuan mencuri data pribadi atau menyebarkan perangkat lunak berbahaya ().

Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Kabid Humas , pada Kamis (16/4/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan terkait fenomena ini. “Kami menerima banyak laporan terkait penyebaran link ini. Setelah diselidiki, isinya bukan video, melainkan upaya pencurian data pribadi atau penyebaran virus,” ujar Hadi.

Modus Operandi dan Ancaman Pencurian Data

Modus penipuan ini memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten sensasional. Narasi yang menyebutkan lokasi kejadian di “kebun sawit hingga dapur” sengaja direkayasa untuk membuat cerita lebih meyakinkan dan memancing korban untuk mengklik tautan tersebut. Namun, alih-alih menampilkan video, link tersebut mengarahkan pengguna ke situs phishing yang dirancang untuk mengumpulkan informasi sensitif seperti kredensial login, data perbankan, atau bahkan mengunduh malware ke perangkat korban.

Korban yang terlanjur mengklik tautan tersebut berpotensi besar kehilangan akses ke akun media sosial mereka, data perbankan dapat disalahgunakan, atau perangkat digital mereka terinfeksi virus yang bisa merusak sistem atau mencuri data secara pasif. Beberapa laporan bahkan menyebutkan adanya kerugian finansial akibat data yang dicuri digunakan untuk transaksi ilegal tanpa sepengetahuan pemilik akun.

Pentingnya Verifikasi dan Keamanan Siber

Dr. Budi Santoso, seorang ahli keamanan siber dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa taktik social engineering semacam ini sangat efektif karena bermain dengan emosi dan rasa ingin tahu masyarakat. “Modus social engineering seperti ini sangat efektif karena bermain dengan emosi dan rasa ingin tahu. Selalu verifikasi sumber sebelum mengklik link apapun,” kata Budi.

Polda Sumatera Utara saat ini tengah melacak penyebar awal tautan berbahaya ini untuk menindak tegas pelaku kejahatan siber. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu berhati-hati sebelum mengklik tautan yang mencurigakan, terutama yang menjanjikan konten eksklusif atau sensasional.

Untuk meningkatkan keamanan digital, disarankan agar masyarakat selalu mengaktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun digital mereka. Hal ini dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan meskipun kredensial login telah dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab.