Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) secara serentak menggelar gerakan penanaman jagung sebagai bagian dari upaya konkret mendukung program ketahanan pangan nasional pada tahun 2026. Inisiatif ini menunjukkan sinergi kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo menegaskan komitmen tersebut saat acara penanaman jagung di Lombok Tengah pada Minggu lalu. “Penanaman jagung serentak kuartal I Tahun 2026 dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Irjen Pol Edy Murbowo.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor. “Polda NTB berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya komoditas jagung,” katanya.

Dukungan Polda NTB diwujudkan melalui berbagai langkah, termasuk pendampingan kelompok tani, pengamanan kegiatan pertanian, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah sentra produksi pertanian. “Kegiatan penanaman jagung serentak ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produksi pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” jelas Kapolda.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung gerakan ini demi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda NTB Kombes Pol I Dewa Made Adnyana, yang juga Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polda NTB, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari strategi Polda NTB dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Potensi luas lahan jagung di NTB tahun 2026 mencapai 128.053,78 hektare, sementara hingga Kuartal I telah tertanam sekitar 37.708,95 hektar dengan estimasi hasil panen mencapai 188.544,75 ton,” papar Kombes Pol I Dewa Made Adnyana.

Perwakilan Gubernur NTB, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi NTB Hj Eva Dwiyani, turut menyampaikan apresiasi. Ia menekankan bahwa sektor pertanian, khususnya jagung, memegang peran vital dalam perekonomian daerah dan mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Jagung NTB telah berhasil menembus pasar internasional dengan ekspor mencapai 6.000 ton ke Filipina,” ungkap Hj Eva Dwiyani, menunjukkan potensi besar komoditas jagung dari NTB.