Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) tengah mendalami dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit. Bintara lulusan tahun 2025 itu ditemukan meninggal dunia di lingkungan rumah susun (rusun) mess bintara remaja di Batam pada Selasa (14/4).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri, Kombes Nona Preccilia Ohei, menyatakan Kapolda Kepri telah memerintahkan penanganan kasus ini secara menyeluruh dan tegas. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dilibatkan untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.
“Kapolda menyampaikan duka cita mendalam dan telah memerintahkan penanganan secara tuntas. Polda Kepri tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran,” kata Kombes Nona Preccilia Ohei, pada Selasa (14/4).
Saat ini, jenazah Bripda Natanael berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Dari pemeriksaan awal, tim medis menemukan adanya luka lebam di bagian punggung korban.
Sementara itu, Kepala Bidang Propam Polda Kepri, Kombes Eddwi Kurniyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap sejumlah personel untuk dimintai keterangan. Proses pemeriksaan intensif sedang berlangsung.
“Beberapa personel sudah diamankan dan sedang diperiksa secara intensif. Kami masih mendalami apakah terjadi pengeroyokan serta peran masing-masing pihak,” ujar Kombes Eddwi Kurniyanto.
Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap fakta di balik kematian Bripda Natanael Simanungkalit dan memastikan pertanggungjawaban hukum bagi pihak yang terlibat.
