Gubernur Banten Andra Soni bersama jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melakukan kunjungan kerja ke PT Propan Raya pada Rabu, 31 Desember 2025. Kunjungan ini menandai komitmen investasi dan penguatan pendidikan vokasi di Provinsi Banten, dengan penandatanganan nota kesepahaman yang melibatkan PT Propan Raya dan PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI).

Sinergi Pemerintah dan Industri untuk Pertumbuhan Ekonomi

Agenda utama kunjungan tersebut meliputi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Apindo dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. PKS ini menjadi dasar pengembangan program Paint School, sebuah inisiatif pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor industri cat dan pelapis.

Selain itu, turut ditandatangani Komitmen Berinvestasi di Banten antara PT Propan Raya dengan Pemerintah Provinsi Banten, serta komitmen serupa antara PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI) dan Pemerintah Provinsi Banten.

CEO Propan Raya sekaligus Ketua Harian Apindo Banten, Kris Rianto Adidarma, menyampaikan rencana pengembangan fasilitas produksi sebagai bentuk komitmen jangka panjang perusahaan di Provinsi Banten. “Propan Raya melihat Banten sebagai wilayah strategis untuk pengembangan industri kami. Melalui rencana pembangunan plant ketiga Propan Raya, kami ingin meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok nasional, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih luas. Investasi ini juga kami arahkan untuk mendukung pengembangan teknologi dan produk yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pentingnya Pendidikan Vokasi dan Iklim Investasi Kondusif

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi komitmen investasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pelaku industri. “Kami menyambut baik komitmen investasi yang dilakukan oleh Propan Raya dan para pelaku industri. Agenda ini menunjukkan kolaborasi nyata antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan,” ujar Andra.

Andra Soni juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan vokasi yang berbasis pada kebutuhan industri. Menurut data Pemerintah Provinsi Banten, tingkat pengangguran masih didominasi oleh lulusan SMK, sehingga kurikulum perlu ditata ulang agar lebih relevan. “Saya yakin Apindo akan memberikan dukungan penuh. Masyarakat Banten akan memiliki peluang yang lebih besar apabila dibekali kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Saya berharap nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti agar masyarakat Banten dapat terus berkembang. Tanpa investasi, akan sulit meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Ketua Apindo menjelaskan bahwa pengembangan SMK vokasi merupakan bagian dari program Apindo Daya. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja, mencakup pelatihan vokasi, pelatihan affiliate marketing, hingga pemberdayaan ekonomi desa melalui Apindo Daya Bina Desa.

Menanggapi hal tersebut, Kris Rianto Adidarma menambahkan bahwa Propan Raya telah menginisiasi pengembangan SMK Vokasi MM2100. SMK ini dikelola secara independen dengan keterlibatan langsung dunia usaha, memastikan kurikulumnya selaras dengan kebutuhan industri. Propan Raya juga berencana membangun pabrik cat baru yang diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja diakhiri dengan ramah tamah dan audiensi di kantor pusat Propan Raya, dilanjutkan penyerahan plakat kemitraan. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke pabrik resin dan pusat laboratorium Alkindo Mitra Raya untuk meninjau proses produksi dan inovasi teknologi.