PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melibatkan sebanyak 2.700 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia dalam program ‘PNM Mengajar’. Inisiatif ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan kewirausahaan sebagai persiapan memasuki dunia kerja.
Program ‘PNM Mengajar’ hadir sebagai jembatan penting antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Kolaborasi ini dianggap relevan untuk membantu siswa SMK menghadapi tantangan perubahan kebutuhan industri dan teknologi yang cepat.
Apresiasi dan Tantangan Siswa SMK
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sigi, Andriany, mengapresiasi langkah PNM dalam menyiapkan mental wirausaha bagi generasi muda. “Kami menyambut baik program PNM Mengajar, karena anak-anak di beri pembelajaran tentang cara melihat peluang, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dan membentuk pola pikir agar menjadi pribadi yang mandiri serta berdaya saing di masa depan,” ujar Andriany pada Jumat (22/5/2026) di Palu.
Andriany menjelaskan, siswa SMK memiliki posisi unik karena dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, serta memiliki keterampilan aplikatif. Namun, mereka juga dihadapkan pada tantangan seperti perubahan cepat kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan tuntutan kemampuan non-teknis.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya mencari lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” tambahnya. Akses terhadap wawasan industri, motivasi karier, dan pengalaman praktis masih terbatas bagi sebagian siswa, terutama di daerah.
Oleh karena itu, kehadiran program ‘PNM Mengajar’ dinilai sebagai langkah tepat untuk membangun pola pikir wirausaha generasi muda.
Pekan Nasional Mengajar ‘Berkelana’
Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk ‘Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan dan Dampak Keberlanjutan’ (Berkelana), PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya. Mereka berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif kepada para siswa.
Pelatihan ini mencakup pola pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PNM ke-27.
Andriany menegaskan, “Tantangan siswa SMK saat ini bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman, maka kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha memiliki peran yang semakin strategis.”
