PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) telah menyalurkan tambahan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram sebanyak 1,1 juta tabung atau setara 3.544 metrik ton. Penambahan ini didistribusikan untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai Selasa, 17 Februari 2026.
Langkah strategis ini diambil menjelang bulan suci Ramadan 2026 guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pengendalian inflasi serta menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi peningkatan konsumsi LPG rumah tangga selama periode Ramadan.
Rincian Tambahan Pasokan LPG 3 Kg (Februari 2026)
| Wilayah Distribusi | Jumlah Tambahan (Tabung) |
|---|---|
| Jawa Tengah | > 1.000.000 Tabung |
| D.I. Yogyakarta | 144.000 Tabung |
| Total Regional JBT | 1.144.000+ Tabung |
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa tambahan fakultatif ini bertujuan untuk menjaga keandalan stok hingga tingkat pangkalan. “Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG 3 kg selama Ramadan,” ujar Taufiq.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi. Pembelian di pangkalan tidak hanya menjamin ketersediaan stok, tetapi juga memastikan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000 per tabung. Untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi pangkalan resmi terdekat, portal digital subsiditepatlpg.mypertamina.id dapat diakses.
Imbauan ini diharapkan dapat menghindarkan konsumen dari praktik spekulasi harga yang kerap terjadi di tingkat pengecer atau toko kelontong. Lebih lanjut, Pertamina mengajak masyarakat yang tergolong mampu untuk beralih menggunakan produk non-subsidi seperti Bright Gas varian 5,5 kg dan 12 kg. Hal ini penting agar alokasi LPG bersubsidi benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha mikro yang memang berhak.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh untuk terus memantau distribusi energi di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY. Pemantauan ini akan dilakukan secara intensif demi kelancaran dan ketepatan sasaran, khususnya pada momentum krusial seperti Ramadan dan Idul Fitri.
