Persib Bandung akhirnya angkat bicara mengenai sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru atau transfer ban yang tengah menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Manajemen klub juara BRI Super League 2025/26 itu menegaskan bahwa persoalan ini bukanlah kasus penunggakan gaji atau pelanggaran hak pemain, melainkan murni sengketa kontrak.

Sanksi tersebut, menurut penjelasan resmi Persib, berakar dari proses terminasi kontrak salah satu mantan pemain, Daisuke Sato, pada tahun 2023. Perkara ini telah melalui jalur hukum olahraga internasional hingga ke Court of Arbitration for Sport (CAS), yang kemudian menghasilkan keputusan akhir berupa penyesuaian nilai kompensasi dari tuntutan awal terhadap klub.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengklarifikasi duduk perkara ini. “Perlu kami luruskan bahwa kasus ini berawal dari satu sengketa spesifik terkait terminasi kontrak Daisuke Sato pada 2023. Prosesnya sudah berjalan sesuai mekanisme hukum olahraga hingga ke CAS,” ujar Adhitia.

Adhitia memastikan bahwa Persib tetap menjalankan prinsip tata kelola profesional dan menghormati setiap putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Saat ini, klub berjuluk Maung Bandung itu tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut sebelum kemudian melanjutkan proses administratif ke FIFA untuk pencabutan status larangan registrasi pemain.

“Setelah seluruh kewajiban dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur yang berlaku, kami berharap status ini dapat segera dicabut sehingga klub kembali bisa melakukan registrasi pemain,” tambah Adhitia, optimistis sanksi akan segera dicabut setelah kewajiban dipenuhi.