Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur memprediksi puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah akan terjadi dalam dua gelombang. Antisipasi lonjakan volume kendaraan, termasuk arus balik, telah disiapkan secara matang oleh pihak kepolisian.
Kepala Satlantas Polres Cianjur, Ajun Komisaris Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa gelombang pertama puncak arus mudik telah terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3) lalu. Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan akan memadati ruas jalan pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3) mendatang.
“Jadi dari hasil rapat koordinasi lintas sektor secara nasional, arus mudik Lebaran tahun ini ada terjadi dua gelombang,” ujar Aang pada Senin (16/3).
Antisipasi Arus Balik dan Rekayasa Lalu Lintas
Selain arus mudik, Satlantas Polres Cianjur juga fokus mengantisipasi lonjakan arus balik. Aang memperkirakan puncak arus balik akan berlangsung mulai Selasa (24/3) hingga Minggu (29/3).
“Ini bertepatan berakhirnya cuti bersama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Ini (arus balik) juga harus kita antisipasi,” jelas Aang.
Lebih lanjut, Aang menegaskan bahwa puncak terpadat arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 28-29 Maret 2026. Selama periode arus balik, Polres Cianjur akan terus melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan sasaran pengamanan arus balik Idulfitri.
Mengenai rekayasa lalu lintas, terutama bagi kendaraan wisatawan yang berlibur selama libur dan cuti bersama Idulfitri, Aang menyatakan bahwa sifatnya situasional. Polres Cianjur akan menunggu kondisi di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya di kawasan Puncak dan sekitarnya, yang diprediksi akan mengalami kepadatan.
“Kami menunggu kondisi di wilayah hukum Polres Bogor. Kalau di sana (Bogor) dilaksanakan one way, kita tentunya akan sosialisasikan kepada masyarakat agar tak terjadi kepadatan dan kemacetan kendaraan,” pungkas Aang.
