Persib Bandung kini merasakan tekanan serius di puncak klasemen BRI Super League 2025/26. Setelah gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir, posisi Maung Bandung mulai terancam oleh Borneo FC Samarinda yang berhasil menyamai perolehan poin.
Dua hasil imbang saat menghadapi Dewa United dan Arema FC membuat Persib kini mengumpulkan 66 poin. Jumlah ini persis sama dengan yang dikoleksi Borneo FC. Meskipun demikian, Persib masih menduduki posisi teratas berkat keunggulan rekor pertemuan (head-to-head) atas tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
Tim asuhan Bojan Hodak memang memiliki catatan positif saat berhadapan dengan skuad racikan Fabio Lefundes musim ini, belum sekalipun menelan kekalahan. Keunggulan head-to-head ini menjadi penyelamat sementara bagi Persib dalam perebutan singgasana klasemen.
Namun, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa perjalanan menuju gelar juara masih jauh dari kata aman. Situasi ini membuat persaingan di lima laga tersisa diprediksi akan semakin ketat dan sulit diprediksi.
Hodak menilai, lima pertandingan terakhir akan menjadi penentu akhir bagi kedua tim dalam perburuan trofi juara. Persib Bandung mulai kehilangan kenyamanan di puncak klasemen setelah poinnya disamai Borneo FC, membuat Bojan Hodak mulai menghitung peluang juara dengan cermat.
