Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, secara resmi meluncurkan #AussieBanget Corner di Telkom University, Bandung, pada Kamis, 30 April 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan Dubes Brazier ke Kota Kembang, menandai komitmen kedua negara dalam mempererat hubungan pendidikan dan kebudayaan.
Fasilitas untuk Eksplorasi Budaya dan Peluang Pendidikan
Fasilitas #AussieBanget Corner yang berlokasi di ruang Open Library Telkom University ini dirancang sebagai pusat informasi bagi mahasiswa. Di sini, mereka dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai hubungan Australia dan Indonesia, memahami budaya Australia, serta mencari peluang studi, penelitian, dan kolaborasi pendidikan dengan institusi di Australia.
Dubes Rod Brazier mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif ini. “Kami dari Kedutaan Besar Australia sangat bangga sekali karena telah didirikan Aussie Banget Corner, dimana para mahasiswa bisa mencari informasi mengenai Australia dan peluang-peluang pendidikan. Tentu saja kami juga bangga karena pada saat ini lebih 24 ribu mahasiswa asal Indonesia belajar di Australia,” ujar Brazier.
Australia, Destinasi Favorit Mahasiswa Indonesia
Brazier menyoroti popularitas Australia sebagai salah satu destinasi pendidikan terkemuka bagi mahasiswa Indonesia. Puluhan ribu mahasiswa Indonesia saat ini menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi Australia, banyak di antaranya didukung oleh beasiswa dari pemerintah kedua negara. Ia menegaskan bahwa kerja sama pendidikan ini merupakan simbol eratnya persahabatan antara Indonesia dan Australia.
“Mereka bisa belajar disini selama satu dua tahun, lalu bisa menyelesaikan ke Australia. Ada juga program research ada lebih 65 perguruan Australia dan Indonesia untuk mengadakan research bersama di bidang sains, teknik dan IT,” jelasnya, menggambarkan beragamnya kesempatan yang tersedia.
Telkom University Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan Strategis Telkom University, Parman Sukarno, memaparkan kontribusi Telkom University dalam kerja sama ini. “Dosen ada 18 orang lulusan Australia, saat ini ada 8 orang sedang berkuliah disana. Kemudian dengan Deakin University kita sudah merealisasikan program-program riil beberapa mata kuliah di Deakin University, itu diselenggarakan di Tel-U,” ungkap Parman.
Parman berharap keberadaan #AussieBanget Corner dapat semakin memperkuat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Australia. “Salah satunya melalui corner ini yang sangat di support dari Embassy, semoga makin memudahkan kita menjalin hubungan yang lebih baik lagi, antara Indonesia dan Australia terutama dengan Tel-U,” tambahnya.
Agenda Dubes Australia di Bandung
Selama kunjungannya di Bandung, Rod Brazier juga mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Diskusi tersebut membahas potensi kerja sama di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Saya senang dapat kembali ke Bandung, kota yang begitu dinamis dan kreatif. Australia bekerja sama erat dengan pemerintah, bisnis, akademisi dan komunitas masyarakat untuk memperdalam hubungan kita di sini, khususnya melalui kemitraan pendidikan tinggi kita yang ekstensif,” kata Brazier.
Selain itu, Dubes Brazier turut menghadiri resepsi alumni Australia dan bertemu dengan personel Angkatan Pertahanan Australia yang sedang menempuh pendidikan dan bertugas di Sekolah Staf dan Komando TNI di Bandung. Rangkaian kunjungan juga mencakup kunjungan ke Deakin Lancaster University, kampus internasional hasil kerja sama Inggris dan Australia yang dibuka pada tahun 2025. Di sana, ia menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama baru antara kampus tersebut dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
