Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan daring yang kembali marak di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Modus ini memanfaatkan umpan berupa tautan video viral, khususnya yang bertema sensasional seperti ‘video ibu tiri’, untuk menjebak pengguna agar mengklik link berbahaya yang berpotensi mencuri data pribadi dan menginstal .

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada awal Maret 2026 kembali mengeluarkan peringatan keras terkait peningkatan kasus dan penyebaran malware melalui skema ini. Pelaku kejahatan siber secara aktif menyebarkan tautan-tautan palsu yang didesain menyerupai konten menarik, memanfaatkan rasa penasaran pengguna untuk memancing mereka masuk ke dalam perangkap.

Modus Operandi dan Ancaman yang Mengintai

Modus operandi penipuan ini relatif sederhana namun efektif. Pelaku menyebarkan tautan melalui pesan langsung, balasan di utas populer, atau postingan yang menarik perhatian. Tautan tersebut seringkali mengklaim sebagai akses ke video eksklusif atau konten yang sedang hangat diperbincangkan. Begitu pengguna mengklik, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang meminta kredensial login akun X, atau bahkan secara otomatis mengunduh file berbahaya ke perangkat.

Pakar keamanan siber, Dr. Irwan Santoso, dari Universitas Teknologi Indonesia, menjelaskan bahwa ancaman utama dari jebakan ini adalah pencurian data. “Ketika pengguna memasukkan kredensial login mereka di situs palsu, data tersebut langsung terekam oleh pelaku. Ini bisa berujung pada pengambilalihan akun media sosial, pencurian identitas, hingga akses ke informasi perbankan jika pengguna menggunakan kredensial yang sama di berbagai platform,” ujar Dr. Irwan pada Jumat, 14 Maret 2026.

Selain pencurian data, beberapa tautan juga dirancang untuk menginstal malware atau virus ke perangkat korban. Malware ini dapat memata-matai aktivitas pengguna, mencuri informasi sensitif di latar belakang, atau bahkan mengunci perangkat dan meminta tebusan (ransomware).

Langkah Pencegahan dan Kewaspadaan Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga turut mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan judul-judul sensasional. “Verifikasi keaslian tautan adalah langkah pertama dan terpenting. Jangan pernah mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan, meskipun terlihat menarik,” kata juru bicara Kominfo.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan pengguna untuk menghindari jebakan link video viral:

  • Verifikasi Sumber: Selalu periksa URL tautan sebelum mengklik. Perhatikan apakah ada kesalahan penulisan atau domain yang tidak biasa.
  • Jangan Mudah Percaya: Bersikap skeptis terhadap konten yang terlalu sensasional atau menjanjikan sesuatu yang tidak masuk akal.
  • Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Aktifkan 2FA pada semua akun media sosial dan layanan daring penting untuk lapisan keamanan tambahan.
  • Perbarui Perangkat Lunak: Pastikan sistem operasi dan aplikasi antivirus di perangkat Anda selalu diperbarui ke versi terbaru.
  • Laporkan Konten Mencurigakan: Jika menemukan tautan atau akun yang mencurigakan, segera laporkan ke platform X agar dapat ditindaklanjuti.

Meningkatnya literasi digital dan kesadaran akan modus penipuan siber menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data pribadi di era digital ini. Kewaspadaan kolektif diharapkan dapat meminimalisir jumlah korban dari kejahatan siber yang terus berevolusi.