PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang resmi menghentikan sementara operasional sejumlah rute pelayaran di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai Senin (2/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026). Kebijakan ini diambil menyusul kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda perairan setempat.
ASDP Kupang Konfirmasi Penutupan Rute
Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ramlan Iyang, membenarkan penutupan sementara ini. “Ya benar. Beberapa rute pelayaran kita tutup dampak cuaca buruk, mulai hari ini hingga Kamis (5/3),” kata Ramlan di Kupang, Senin (2/3/2026).
Adapun rute pelayaran yang terdampak penghentian sementara meliputi:
- Kupang-Larantuka
- Kupang-Lembata
- Kupang-Kalabahi
- Kupang-Rote
Ramlan menjelaskan, rute-rute tersebut tergolong pelayaran jarak jauh dan melintasi perairan dengan potensi gelombang tinggi, sehingga dinilai berisiko bagi keselamatan. Sementara itu, rute Kupang-Hansisi (Pulau Semau) tetap beroperasi karena relatif lebih pendek dan tidak terlalu terdampak gelombang tinggi.
Imbauan Kesyahbandaran Kupang
Penghentian operasional ini juga diperkuat dengan surat edaran bernomor UM.006/114/KSOP Kupang-2026 yang diterbitkan oleh Kesyahbandaran Kelas III Kupang. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh operator kapal, nakhoda, dan penumpang.
Isi surat edaran meminta agar menunda pelayaran hingga cuaca membaik. Bagi nakhoda dan operator kapal besar yang masih memungkinkan untuk berlayar, diwajibkan memastikan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi. Ini termasuk melampirkan surat pernyataan nakhoda sebelum keberangkatan.
Mereka juga diwajibkan melakukan pemantauan kondisi cuaca minimal enam jam sebelum mengajukan permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Selain itu, seluruh peralatan keselamatan kapal harus tersedia, terpasang dengan baik, serta mencukupi kapasitas jumlah penumpang.
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah NTT. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 4 meter dalam periode Senin (2/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026).
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Senin (2/3/2026), menegaskan bahwa ketinggian gelombang laut tersebut harus diwaspadai oleh pelaku pelayaran kapal logistik dan nelayan demi meminimalkan risiko kecelakaan laut.
Ia menjelaskan, gelombang setinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, serta perairan selatan Timor-Rote.
Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas Utama
Penghentian sementara sejumlah rute ASDP di NTT ini merupakan langkah antisipatif guna mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta distribusi logistik di tengah kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari ASDP, KSOP, maupun BMKG sebelum merencanakan perjalanan laut dalam beberapa hari ke depan.
sumber gambar: gesit.id 