Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Jember periode baru resmi dilantik di Pendopo Wahyawibawagraha pada Jumat, 13 Maret 2026. Pelantikan yang dipimpin Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, ini menandai kebangkitan Dekopinda Jember setelah sempat “mati suri” cukup lama.
Dalam sambutannya, Bambang Haryadi menegaskan bahwa koperasi tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai “lembaga simpan pinjam kuno yang ketinggalan zaman.” Ia mendorong pengurus baru Dekopinda Jember untuk agresif menyasar generasi muda, yang diyakini akan membawa ide-ide segar dan mendorong kemajuan koperasi.
Bambang mencontohkan keberhasilan koperasi di berbagai negara maju, khususnya di Eropa, yang menjadi basis penting pergerakan ekonomi masyarakat. “Bahkan di dunia sepak bola ada klub yang dimiliki koperasi. Di Jember pun bukan tidak mungkin Persid dimiliki koperasi dengan anggota para penggemarnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Dekopinda adalah “wadah tunggal perjuangan gerakan koperasi yang memiliki peran sangat strategis.” Oleh karena itu, tugas berat menanti pengurus baru untuk segera mengembalikan kepercayaan (trust) masyarakat terhadap koperasi.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyambut baik kebangkitan Dekopinda ini. Ia meyakini bahwa koperasi adalah kunci utama pemerataan ekonomi kerakyatan di Jember. “Kami berharap koperasi tidak hanya digerakan generasi lama, tetapi melibatkan generasi muda agar gerakannya semakin masif,” tegas Gus Fawait.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Dekopinda Jember terpilih, Ardi Pujo Prabowo, menyatakan kesiapannya untuk segera bertindak. Ia membeberkan sejumlah langkah strategis, termasuk konsolidasi internal dan eksternal dalam waktu dekat untuk merumuskan program kerja.
Ardi Pujo Prabowo juga berjanji akan “membawa sistem koperasi ke ranah digital dengan melibatkan anak-anak muda yang melek teknologi.” Langkah ini diharapkan dapat memperbarui citra koperasi dan menarik partisipasi generasi Z.
