Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus menggenjot program hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya durian, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat daya saing di pasar internasional.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, baru-baru ini meresmikan rumah produksi (packing house) durian milik PT Pondok Durian Sulawesi yang berlokasi di Desa Marta Sari, Kabupaten Parigi Moutong. Peresmian ini menandai komitmen serius Pemprov dalam mendukung sektor pertanian.
Dalam keterangannya di Palu, Sabtu (28/3/2026), Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen dan pemilik PT Pondok Durian Sulawesi atas kontribusi nyata mereka. Menurutnya, keberadaan packing house ini memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar peningkatan ekspor.
“Ini bukan hanya soal ekspor, tetapi bagaimana kita menggerakkan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” tegas Anwar Hafid, menekankan pentingnya menggerakkan perekonomian masyarakat dari hulu hingga hilir.
Pemprov Sulawesi Tengah menegaskan dukungan penuh terhadap operasional fasilitas tersebut, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal. Gubernur juga berharap perusahaan dapat menjaga stabilitas harga durian di tingkat petani, guna memberikan kepastian pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap perusahaan terus bersinergi dengan petani, menjaga kualitas produksi, serta memastikan harga tetap stabil dan menguntungkan semua pihak,” ujarnya.
Peresmian rumah produksi durian ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan komoditas unggulan Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra durian berkualitas di Indonesia yang mampu menguasai pasar internasional.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Gubernur Sulteng telah melepas ekspor perdana 27 ton komoditas durian beku dari Kabupaten Parigi Moutong menuju pasar Tiongkok. Keberhasilan ini menjadi bukti potensi besar durian Sulawesi Tengah.
Anwar Hafid juga mendorong agar Kabupaten Parigi Moutong menjadi pusat pengembangan durian di Sulteng, dengan proyeksi perluasan lahan secara masif. Ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi daerah di pasar internasional.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Pondok Durian Sulawesi, I Putu Edi Tangkas, menjelaskan bahwa kehadiran rumah kemas ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengolahan dan distribusi durian, termasuk untuk kebutuhan ekspor.
Ia menyebutkan, produk durian asal Sulawesi Tengah saat ini telah berhasil menembus pasar internasional, khususnya ke Tiongkok, yang dinilai menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, perusahaan juga telah menyerap sekitar 200 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari masyarakat setempat.
“Dengan adanya rumah produksi ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah sekaligus menarik minat investor untuk berkolaborasi,” pungkas I Putu Edi Tangkas.
