Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri halal di wilayahnya. Langkah ini diambil guna meningkatkan daya saing industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalsel di kancah global.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalsel, Rahmadin, pada Selasa (24/3) mengungkapkan, salah satu fokus utama adalah fasilitasi sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM. “Salah satu yang kita lakukan untuk memperkuat ekosistem industri halal adalah melalui sertifikasi halal produk-produk UMKM. Kita akui belum semua UMKM memiliki sertifikasi halal,” ujar Rahmadin.

Penguatan ekosistem industri halal ini, lanjutnya, merupakan bagian integral dari visi dan misi pembangunan daerah, yang mencakup pengembangan halal food dan keuangan syariah. Ekosistem halal sendiri didefinisikan sebagai sistem terintegrasi yang menghubungkan produsen, bahan baku, keuangan syariah, dan konsumen berdasarkan prinsip syariah.

“Ini juga menjadi bagian upaya kita untuk penguatan dan daya saing global UMKM. Selain fasilitasi sertifikasi halal juga kita galakkan pelatihan SDM, pembuatan kemasan produk yang ramah lingkungan dan modern melalui Balai Koperasi dan UKM,” tambah Rahmadin.

Tantangan dan Potensi UMKM Kalsel

Meski demikian, implementasi kebijakan sertifikasi halal di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Rahmadin menyebutkan, kurangnya sosialisasi, rendahnya kesadaran pelaku UMKM, serta lokasi UMKM yang tersebar di pelosok daerah menjadi kendala utama yang harus diatasi.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel hingga tahun 2024, tercatat jumlah koperasi di wilayah tersebut mencapai 3.057 unit, belum termasuk koperasi merah putih (KMP) yang sedang digalakkan di tiap desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, 180 unit koperasi merupakan binaan provinsi. Sementara itu, jumlah UMKM di Kalimantan Selatan sangat signifikan, mencapai 509.766 unit, yang terdiri dari 507.230 usaha mikro, 2.201 usaha kecil, dan 335 usaha menengah.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan ekonomi berbasis syariah. Melalui penguatan ekosistem halal, pemerintah daerah berupaya mendorong daya saing UMKM sekaligus memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan syariah bagi masyarakat.