Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen merespons cepat isu dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Pemprov Jawa Tengah akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Taj Yasin seusai menghadiri sebuah acara di PO Hotel Semarang pada Kamis (29/1). Ia menekankan pentingnya investigasi mendalam sebelum mengambil kesimpulan.

Pengecekan dan Evaluasi Menyeluruh

“Ya, nanti kita cek. Kita lihat dan evaluasi pelaksanaan MBG-nya, sehingga bisa ditentukan permasalahannya ada di mana, apakah dari makanannya atau dari proses distribusinya,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak ingin berspekulasi terkait penyebab kejadian sebelum memperoleh hasil pengecekan langsung. Penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.

“Nanti kita lihat seperti apa kondisinya dan bagaimana kelanjutannya. Semua ada tahapan-tahapannya,” imbuh Taj Yasin.

Isu dugaan keracunan MBG ini mencuat setelah beredar laporan bahwa lebih dari 100 siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait. Langkah ini diambil guna memastikan penyebab kejadian, menentukan penanganan yang diperlukan, sekaligus memastikan pelaksanaan Program MBG tetap berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan dan keselamatan peserta.