Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membekali ratusan siswa SMK Negeri 7 Pandeglang dengan pendidikan antikorupsi. Inisiatif ini bertujuan menanamkan nilai integritas pada generasi muda, diselenggarakan dalam Festival Ramadan 1447 Hijriah pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan pembekalan ini diinisiasi oleh Pemprov Banten bersama Forum Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (FORPAK-API). Sekretaris Inspektorat Syafitri Muhayati, yang juga Ketua FORPAK-API, menegaskan pentingnya pendidikan integritas sejak usia sekolah.
“Integritas adalah keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Nilai ini penting dimiliki pelajar agar terbiasa bersikap jujur, disiplin, dan berani mengatakan kebenaran,” ujar Syafitri saat memberikan materi kepada para siswa.
Ia menjelaskan, berbagai perilaku tidak jujur di lingkungan sekolah seringkali dianggap sepele. Namun, kebiasaan ini, jika dibiarkan, dapat membentuk perilaku koruptif di kemudian hari. Syafitri mencontohkan tindakan menyontek saat ujian, titip absen, plagiarisme tugas, hingga memalsukan tanda tangan sebagai bentuk perilaku ketidakjujuran yang harus dihindari sejak dini.
“Perilaku kecil seperti itu bisa merusak kepercayaan, menghambat kemampuan diri, dan membentuk kebiasaan yang tidak baik,” katanya.
Menurut Syafitri, sekolah merupakan tempat strategis dalam membangun generasi berintegritas. Selain memberikan pengetahuan akademik, sekolah juga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter siswa.
“Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan berbagai nilai integritas seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab,” ucapnya.
