Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui kegiatan Rembuk Stunting. Forum ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi capaian tahun sebelumnya dan memperkuat strategi intervensi pada tahun berjalan.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyatakan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting merupakan bentuk keseriusan Pemkot Palu dalam menekan angka stunting. “Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting pada tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat strategi intervensi pada tahun berjalan,” kata Imelda di Palu, Rabu (11/3/2026).

Imelda menjelaskan, tujuan utama Rembuk Stunting adalah membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari kader posyandu, puskesmas, kelurahan, hingga PKK, semuanya memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Delapan kecamatan di Kota Palu menjadi fokus utama dalam program ini. Oleh karena itu, para camat bersama unsur terkait diminta untuk memaparkan perkembangan penanganan stunting di wilayah masing-masing, termasuk berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Imelda menekankan perlunya perubahan fokus dalam pendekatan pencegahan stunting. “Fokus penanganan stunting harus kita ubah, yaitu lebih menekankan pada masa kehamilan. Artinya perhatian kita harus lebih besar kepada ibu hamil dan calon ibu hamil,” ujarnya.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta, juga dianggap penting untuk memastikan upaya percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pada tahun 2025, Kota Palu berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan penurunan angka stunting terbaik. Atas capaian tersebut, Kota Palu memperoleh dana insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,1 miliar. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan sinergi pada tahun 2026.

“Kita bekerja bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak di Kota Palu. Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik bagi generasi penerus kita,” pungkas Imelda.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka stunting di ibu kota Sulawesi Tengah saat ini mencapai 25,6 persen. Pemkot Palu menargetkan penurunan hingga 14 persen, sesuai standar nasional.