Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan publik yang inklusif. Upaya ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para penyandang disabilitas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Lalu Alwan Basri, pada Selasa (3/3/2026) di Mataram, menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui pelatihan bahasa isyarat tingkat dasar dan lanjutan bagi aparatur pelayanan publik. Inisiatif ini diharapkan dapat mewujudkan pelayanan yang optimal dan ramah disabilitas.

H Lalu Alwan Basri menambahkan, berbagai fasilitas fisik bagi penyandang disabilitas, seperti akses kursi roda dan sarana pendukung di ruang publik maupun perkantoran, telah disiapkan. Namun, ia mengakui bahwa kemampuan berbahasa isyarat bagi aparatur pelayanan publik masih menjadi kebutuhan yang harus diperkuat.

“Namun, kemampuan berbahasa isyarat bagi aparatur pelayanan publik masih menjadi kebutuhan yang harus kami perkuat,” kata H Lalu Alwan Basri.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Mataram berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Mataram untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan bahasa isyarat. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan perwakilan dari sejumlah dinas/instansi lingkup Pemkot Mataram, terutama dinas-dinas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Kemampuan bahasa isyarat, terutama bagi pimpinan dan petugas layanan publik di dinas-dinas, memang harus dimiliki untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempermudah akses informasi, serta mewujudkan sarana layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” tegas Sekda.

Inisiasi pembelajaran bahasa isyarat di Mataram sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023, diawali dengan program membaca Al Quran dalam bahasa isyarat. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan kelanjutan dari komitmen tersebut, dengan materi yang mencakup tingkat dasar hingga lanjutan.

“Semoga ke depan seluruh perangkat daerah dapat turut serta meningkatkan kapasitas aparatur dalam bahasa isyarat guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harap H Lalu Alwan Basri.

Sekda juga menyampaikan keinginan Pemkot Mataram agar pelayanan di kejaksaan maupun di seluruh perangkat daerah di Kota Mataram benar-benar ramah dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Gde Made Pasek Swardhyana, sebelumnya menyatakan bahwa pelatihan bahasa isyarat ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan pelayanan.

“Pelatihan bahasa isyarat ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap saudara-saudara penyandang disabilitas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan pelayanan,” ujar Gde Made Pasek Swardhyana.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi sarana penyegaran, karena kemampuan bahasa isyarat perlu terus dilatih agar tidak lupa.

“Pelatihan bahasa isyarat bagian upaya kami memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali sekaligus menjadi sarana penyegaran, karena kemampuan bahasa isyarat perlu terus dilatih agar tidak lupa,” pungkasnya.

sumber gambar: gesit.id