Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meminta seluruh kepala desa (kades) di wilayahnya untuk aktif membantu kepala sekolah dalam pendataan anak-anak kategori miskin ekstrem. Langkah ini krusial untuk memastikan program bantuan seragam sekolah gratis tepat sasaran.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Pendataan diperlukan karena salah satu program prioritas ini terkait baju seragam sekolah gratis bagi anak-anak miskin ekstrem,” kata Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Kalukubula Sigi, Selasa (3/2/2026).

Menurut Bupati, penggunaan satu data yang terintegrasi sangat vital dalam mewujudkan 10 program unggulan pemerintah daerah, yang berfokus pada kemajuan, keberlanjutan, serta berbasis pertanian dan pariwisata.

Mekanisme Pendataan dan Target Penerima

Moh Rizal Intjenae menjelaskan bahwa ke depan, para camat akan memimpin rapat koordinasi dengan kepala desa dan kepala sekolah. Rapat ini bertujuan untuk menentukan secara cermat peserta didik yang berhak menerima bantuan seragam sekolah gratis tersebut.

“Program bantuan seragam sekolah gratis ini kami berikan kepada mereka yang orang tuanya masuk kategori desil satu dan dua,” ujarnya. Ia menambahkan, program ini telah berjalan sejak tahun 2025 dan akan terus berlanjut setiap tahun ajaran baru.

Pencocokan data antara pihak sekolah dan desa menjadi kunci agar anak-anak penerima bantuan seragam gratis benar-benar tepat sasaran. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dari keluarga kurang mampu, dengan menyasar siswa di jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP.

Bantuan seragam sekolah gratis ini tidak hanya mencakup pakaian, tetapi juga sepatu, buku tulis, dan berbagai perlengkapan belajar lainnya. Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menyalurkan sebanyak 2.306 paket bantuan seragam sekolah gratis, terdiri dari 1.500 paket untuk jenjang SD dan 806 paket untuk jenjang SMP.