Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah untuk memperkuat sinergi, pengawasan, dan pembinaan lembaga penyiaran di wilayah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan sistem informasi publik yang lebih edukatif, sehat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam penyebaran informasi mitigasi bencana.

Kepala Dinas Kominfo Sigi, Samsir, menekankan pentingnya kerja sama pemerintah daerah dengan KPID dalam mendukung penyiaran yang berpihak pada kepentingan publik. Pertemuan antara kedua belah pihak berlangsung di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, pada Jumat (8/5/2026).

Sinergi untuk Penyiaran Publik yang Efektif

Samsir mengungkapkan harapannya bahwa kerja sama ini akan menjadi fondasi kolaborasi berkelanjutan. “Harapannya kerja sama ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara KPID Sulawesi Tengah dan pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem informasi publik yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Samsir saat ditemui awak media di Bora.

Ia menambahkan, kunjungan KPID Sulawesi Tengah ke Kabupaten Sigi bertujuan mendapatkan dukungan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan tugas, fungsi, dan kewenangan KPID, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. “Pastinya Kominfo akan menindaklanjuti hasil pertemuan kali ini dan segera dibahas secara teknis dengan organisasi perangkat daerah lainnya,” ucapnya.

Diskominfo Mitra Strategis KPID

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulawesi Tengah, Mita Meinansi, menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Diskominfo merupakan mitra strategis KPID dalam pengawasan dan pembinaan lembaga penyiaran di wilayah tersebut. “Jadi, KPID Sulteng mengajak Diskominfo Sigi untuk berkolaborasi menjalankan program-program kerja, khususnya dalam pengawasan dan pembinaan lembaga penyiaran di daerah,” ujar Mita.

Pemanfaatan Media untuk Mitigasi Bencana

Mita juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media penyiaran sebagai sarana penyampaian informasi darurat dalam mendukung mitigasi bencana, terutama di Kabupaten Sigi yang dikenal sebagai wilayah rawan bencana. Menurutnya, terdapat metode sistem peringatan dini bencana atau early warning system yang memanfaatkan teknologi digital melalui siaran televisi.

“Tentunya sistem ini penting sebagai langkah percepatan penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat secara luas dan cepat saat terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,” jelas Mita.