Rabu, 13 Mei 2026 – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan ketersediaan hewan kurban sapi di Kabupaten Kulon Progo menjelang Idul Adha 1447 H berada dalam kondisi surplus. Selain kuantitas yang melimpah, pemerintah daerah juga menerapkan pengawasan kesehatan yang sangat ketat guna menjamin kualitas hewan bagi konsumen.
Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) DIY, Eling Priswanto, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Damar Wulan Farm dan Wasilah Farm di Panjatan, Kulon Progo, pada Selasa (12/5/2026). Ia menegaskan bahwa melimpahnya stok dibarengi dengan jaminan keamanan medis yang mumpuni.
Mekanisme Triple Screening untuk Jaminan ASUH
Kulon Progo menerapkan standar tinggi melalui mekanisme skrining tiga lapis (triple screening) untuk memastikan setiap sapi yang beredar terverifikasi secara medis. Langkah ini diambil untuk mewujudkan prinsip daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Eling menjelaskan tahapan pengawasan tersebut meliputi:
- Tahap I: Pemeriksaan di daerah asal hewan, seperti Bali dan Madura.
- Tahap II: Pemeriksaan ketat di pintu masuk Pulau Jawa.
- Tahap III: Pemeriksaan final oleh tim medik veteriner saat tiba di kandang penampungan di Kulon Progo.
“Laporan dari pedagang menunjukkan Kulon Progo adalah salah satu wilayah dengan pengawasan paling ketat. Skrining ini krusial agar tidak ada hewan yang terindikasi penyakit menular masuk ke meja konsumsi,” ujar Eling, menekankan pentingnya langkah-langkah tersebut.
Harga Stabil di Tengah Melimpahnya Pasokan
Meskipun berada dalam kondisi surplus, harga sapi di tingkat pedagang terpantau stabil. Untuk sapi jenis Bali, harga rata-rata saat ini berkisar di angka Rp71.000 per kilogram bobot hidup, relatif sama dengan harga pada tahun sebelumnya. Kestabilan harga ini dipicu oleh keseimbangan antara pasokan yang melimpah dengan permintaan masyarakat yang mulai meningkat.
Sebagai perbandingan, tren surplus juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul dengan stok mencapai 11.000 ekor untuk memenuhi permintaan sekitar 4.500 ekor. Permintaan menjelang Idul Adha 1447 H didominasi oleh sapi asal Bali dan Madura. Masyarakat cenderung memilih sapi luar daerah karena faktor standar ukuran yang seragam dan harga yang lebih kompetitif dibandingkan sapi lokal.
Secara keseluruhan, TPID DIY menyatakan stok sapi di seluruh wilayah DIY sangat mencukupi. Pemerintah akan segera melakukan rekapitulasi data final dari lima kabupaten dan satu kota untuk memastikan kelancaran ibadah kurban tahun ini. Melalui integrasi antara TPID, Dinas Pertanian dan Pangan, serta pelaku usaha ternak, Kulon Progo optimistis kualitas pangan masyarakat akan tetap terjaga selama momentum hari raya.
