Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui program “Berani Sehat” memastikan seluruh masyarakat di wilayahnya dapat mengakses layanan kesehatan tanpa perlu khawatir biaya maupun persoalan kepesertaan BPJS. Inisiatif yang digagas oleh Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido ini menjadi solusi konkret untuk menjamin hak dasar kesehatan warga.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan, program “Berani Sehat” merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan medis yang aman, mudah, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Sulteng. “Kita bekerja keras merealisasikan Berani Sehat agar rakyat tidak lagi takut berobat karena persoalan biaya,” ujar Anwar Hafid pada Rabu (11/02).
Menurut Anwar, program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan, termasuk penanganan penyakit berat seperti cuci darah dan penyakit jantung. Selain itu, “Berani Sehat” juga mengatasi kendala administrasi, seperti status kepesertaan BPJS yang terputus.
Pendanaan program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah yang dialokasikan langsung ke BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi memikirkan beban biaya pengobatan.
“Biaya kesehatan sudah ditanggung melalui APBD Sulawesi Tengah yang dialokasikan ke BPJS Kesehatan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, selama ada Berani Sehat, warga akan tetap terlayani,” tegas Anwar Hafid.
Di tengah dinamika sistem jaminan kesehatan nasional dan tantangan pendanaan, “Berani Sehat” menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulteng. Program ini memastikan tidak ada warga yang menunda pengobatan karena alasan finansial atau administratif, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang berkelanjutan.
Melalui “Berani Sehat”, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan prinsip bahwa kesehatan adalah hak seluruh rakyat, dan negara memiliki kewajiban untuk menjaminnya.
