Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memastikan ketersediaan lahan seluas lebih dari 9 hektare untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR). Lahan strategis ini berlokasi di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, dan menjadi bagian dari upaya daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berkualitas.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong, Syafaat Pampi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait tindak lanjut program ini. “Lahan sudah ada berlokasi di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat,” kata Syafaat di Parigi, Senin.

Investasi Jangka Panjang Melalui Pendidikan Gratis

Syafaat menjelaskan, Pemkab Parigi Moutong berupaya mewujudkan investasi jangka panjang melalui penyediaan pendidikan gratis yang berkualitas bagi keluarga prasejahtera. Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, di mana Parigi Moutong berkeinginan kuat untuk terlibat aktif.

“Kami berkeinginan masyarakat miskin tidak hanya naik kelas dari sisi ekonomi, tetapi juga sejahtera dari sisi pendidikan. Karena pendidikan salah satu pelayanan dasar yang harus diwujudkan,” tegas Syafaat, menyoroti pentingnya akses pendidikan sebagai pilar kesejahteraan.

Fasilitas Lengkap dan Target Pembangunan

Untuk mendukung pembangunan SR ini, Dinsos Parigi Moutong juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat guna rencana pembersihan dan pematangan lahan. Skema pendidikan SR didesain sebagai model sekolah bersama-lembaga pendidikan dengan fasilitas yang komprehensif.

  • Bangunan sekolah
  • Asrama siswa/siswi
  • Perpustakaan
  • Laboratorium (komputer, biologi, bahasa)
  • Ruang guru
  • Ruang kepala sekolah

Selain itu, fasilitas penunjang lainnya mencakup Unit Kesehatan Sekolah (UKS), lapangan olahraga, dan kantin. Syafaat menambahkan, pembangunan SR di Parigi Moutong diupayakan dapat dimulai pada triwulan III 2026.

Parigi Moutong Salah Satu dari Empat Daerah Lolos Verifikasi

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, di wilayah Sulawesi Tengah, hanya empat daerah yang berhasil lolos verifikasi untuk program ini, yaitu Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Tojo Una-una, dan Kabupaten Buol.

“Tidak boleh lagi anak-anak orang miskin tidak mengenyam pendidikan formal. SR solusi diberikan pemerintah dan kami minta masyarakat manfaatkan program pemerintah,” pungkas Syafaat, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan kesempatan pendidikan ini.