Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara secara resmi memulai tahapan pembangunan Sekolah Rakyat. Proyek infrastruktur pendidikan senilai sekitar Rp 250 miliar ini berlokasi di Dusun Amor-Amor, Kecamatan Kayangan, dan ditargetkan rampung pada Juni 2026 untuk mulai beroperasi tahun ini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara (Dinsos KLU), Fathurrahman, menjelaskan bahwa proses pembangunan telah memasuki tahap kontrak setelah penetapan pemenang tender. Hal ini ditandai dengan kunjungan pihak Balai Pelaksana Strategis NTB kepada Bupati Lombok Utara.

“Hari ini Pak Bupati menerima kunjungan dari Balai Pelaksana Strategis NTB terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara. Alhamdulillah kontrak sudah dilakukan, pemenang tender juga sudah bersilaturahmi dengan Bupati, dan dalam waktu dekat pembangunan akan segera dimulai,” ujar Fathurrahman pada Jumat (20/02/2026).

Sebelum pekerjaan fisik dimulai, pemerintah daerah akan melakukan peninjauan lokasi serta sosialisasi kepada pemerintah kecamatan dan desa setempat. Tahapan ini penting guna memastikan kesiapan lahan dan dukungan penuh dari masyarakat sekitar.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan lokasi terlebih dahulu, kemudian sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa. Setelah itu, baru pembangunan dimulai,” jelas Fathurrahman.

Sekolah Rakyat yang dibangun di Dusun Amor-Amor ini diharapkan dapat beroperasi sesuai jadwal, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada proyek ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Menurut Fathurrahman, kehadiran Sekolah Rakyat difokuskan untuk melayani kelompok masyarakat rentan, khususnya warga miskin yang masuk kategori desil I dan desil II. Program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan di daerah.

“Harapannya, Sekolah Rakyat ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang menjadi sasaran. Sekolah ini disiapkan pemerintah untuk membantu kelompok rentan, terutama masyarakat miskin desil I dan desil II, agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mereka,” tutupnya.