Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menyalurkan bantuan pangan kepada 175 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Gunung Bale dan Maleni, Kecamatan Banawa, pada Rabu (6/5/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, menjelaskan bahwa bantuan ini secara khusus ditujukan bagi keluarga berisiko stunting dengan kategori desil 1 dan 2. “Jadi penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu upaya percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi masyarakat berbasis protein hewani,” ujar Ali saat dihubungi di Banawa.

Setiap kepala keluarga penerima bantuan mendapatkan 3 kilogram ikan segar dan dua paket olahan ikan lainnya. Ali Assagaf berharap bantuan pangan yang diberikan pemerintah daerah dapat tepat sasaran. “Harapannya bantuan pangan yang diberikan pemerintah daerah kepada keluarga berisiko stunting dapat tepat sasaran,” katanya.

Program ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat di seluruh Kabupaten Donggala. Ali Assagaf menambahkan bahwa fokus bantuan tidak hanya menyasar wilayah pesisir dan pelosok, tetapi juga masyarakat di kawasan perkotaan. “Fokus bantuan pangan ini tidak hanya menyasar wilayah pesisir dan pelosok tetapi juga masyarakat yang berada kawasan perkotaan,” sebutnya.

Pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi ikan dapat meningkat, sehingga kebutuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dalam keluarga berisiko stunting, dapat terpenuhi. “Ke depan kasus stunting di Kabupaten Donggala bisa turun melalui program bantuan pangan ikan segar tersebut,” pungkas Ali Assagaf.

Sebagai informasi, target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Angka ini diharapkan turun signifikan dari data tahun 2025 yang mencapai 29,6 persen.