Musibah kebakaran yang melanda kediaman Anisa Rahma dan sang suami, Dito, pada Kamis dini hari, 30 April 2026, menyisakan duka mendalam. Namun, di balik cobaan tersebut, pasangan ini menemukan kekuatan luar biasa dari kedua buah hati mereka, Alma dan Alsha. Meski masih belia, anak-anak tersebut menunjukkan sikap dewasa yang justru menenangkan perasaan kedua orang tuanya.

Anisa Rahma menceritakan bahwa anak-anaknya telah memahami kondisi rumah mereka yang hangus terbakar dan kebutuhan untuk mencari tempat tinggal baru. Sikap tenang yang mereka tunjukkan membuat Anisa dan Dito merasa lebih ikhlas menerima cobaan ini.

Ketenangan Alma dan Alsha Jadi Penenang Orang Tua

“Mereka sih sebenarnya lebih ke kaget aja, bingung ini harus apa. Tapi udah ngerti gitu kondisinya kalau ada api, ‘Rumah kita kebakaran, Alma, Alsha.’ Mereka sih yang nenangin kita malah kayak, ‘Nggak apa-apa kok Umi, Abi, kan rumahnya udah disiram pakai air, nggak apa-apa kok,’ kata Alma Alsha gitu,” tutur Anisa Rahma dengan nada haru.

Mantan personel Cherrybelle ini menambahkan, “Jadi kita ikut… ya itulah yang membuat kita kuat ya untuk ngelewatin ini dan semoga bisa kita bisa bangkit lagi lah setelah kejadian ini.”

Menariknya, Alma dan Alsha yang sejak lama bercita-cita menjadi pemadam kebakaran, kini melihat langsung aksi para petugas di depan mata mereka. Anisa menyebut, “Mereka dari dulu tuh kayak, ‘Aku mau jadi pemadam kebakaran, pemadam kebakaran!’ Dan dia langsung lihat di depan matanya, ‘Aku lihat pemadam kebakaran Umi, itu!'”

Meski beberapa barang milik mereka ikut hangus terbakar, seperti guling, kedua anak tersebut tidak menunjukkan raut kesedihan yang berlebihan. Mereka telah memahami bahwa rumah mereka tidak bisa ditinggali sementara waktu.

Prioritas Keselamatan dan Harapan ke Depan

Anisa menceritakan bahwa keselamatan anak-anak adalah prioritas utamanya saat pertama kali menyadari adanya kobaran api. Ia segera membawa mereka keluar rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman sebelum api menjalar luas.

Kini, keluarga kecil tersebut terpaksa harus mengungsi ke rumah Pak RW setempat karena kondisi rumah mereka yang sudah tidak layak huni. Tembok bangunan yang miring pasca kebakaran membuat area tersebut dikategorikan sebagai zona rawan. “‘Iya jadi kita nggak bisa tinggal di situ dulu, kita harus cari tempat tinggal sementara’,” tambah Anisa, menirukan pemahaman anak-anaknya.

Dito, suami Anisa, berharap agar musibah ini bisa menjadi pembelajaran bagi mereka semua untuk lebih berhati-hati di masa depan. Ia sangat bersyukur karena seluruh anggota keluarga dalam kondisi selamat tanpa luka serius, kecuali luka kecil di kakinya sendiri.

“Kalau untuk ke depannya masih belum tahu. Karena kita juga masih menimbang-nimbang kebutuhannya, ataupun juga biayanya, karena juga ini kan bukan skala yang kecil gitu. Jadinya mungkin bertahap juga. Sambil mudah-mudahan diberikan kekuatan, diberikan rezeki juga buat ke depannya,” harap Dito.