Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar audiensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan ini membahas rencana pembangunan Pelabuhan Leme-Leme, sebuah inisiatif strategis untuk mempercepat penguatan konektivitas maritim di wilayah kepulauan tersebut.
Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, dalam keterangannya di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (27/2/2026), menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Leme-Leme merupakan kebutuhan mendesak. Hal ini mengingat secara geografis Kabupaten Banggai Kepulauan terdiri dari gugusan pulau-pulau, yang membuat masyarakat sangat bergantung pada transportasi laut.
“Pelabuhan ini akan menjadi simpul distribusi logistik dan penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat agar rencana ini dapat segera direalisasikan,” ujar Rusli Moidady.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Leme-Leme diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan, tetapi juga sebagai penguat rantai pasok komoditas unggulan daerah. Sektor perikanan dan hasil laut diharapkan menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Dengan fasilitas yang lebih baik, biaya logistik dapat ditekan, aksesibilitas antarwilayah semakin lancar, serta mendorong perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan.
Dari pihak Kementerian Perhubungan RI, ditekankan pentingnya kelengkapan dokumen perencanaan, studi kelayakan, serta kesiapan lahan sebagai prasyarat utama pengajuan program pembangunan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui koordinasi teknis lanjutan.
Bupati Rusli Moidady menambahkan, Pemkab Banggai Kepulauan berharap pembangunan Pelabuhan Leme-Leme dapat masuk dalam skala prioritas nasional sektor perhubungan laut. Ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pembangunan kawasan kepulauan.
