Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido terus memacu berbagai kemajuan. Selama satu tahun menjabat, keduanya fokus pada program unggulan BERANI yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Sejumlah capaian terukur telah berhasil dicatat, mulai dari penyaluran puluhan ribu beasiswa hingga percepatan pembangunan konektivitas antarwilayah. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan kesehatan yang terjamin bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Pemerataan Akses Pendidikan melalui BERANI Cerdas

Dalam sektor pendidikan, program BERANI Cerdas telah menyalurkan beasiswa kepada 23.568 mahasiswa dari berbagai jenjang. Kebijakan ini dinilai strategis dalam mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa di kawasan timur Indonesia.

Akademisi Ilmu Pemerintahan Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah, menekankan pentingnya kebijakan tersebut. “Hal ini sangat penting untuk pemerataan pendidikan supaya pendidikan yang selama ini hanya terpusat berada di Indonesia Barat bisa lebih dinikmati oleh saudara-saudara kita di Indonesia Timur,” ujar Insan pada Kamis (26/2).

Insan menambahkan, program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. “Saya dengar program ini memungkinkan para mahasiswa S1, S2 dan S3 Sulawesi Tengah untuk menuntut ilmu di berbagai universitas di seluruh Indonesia dan hal ini penting sebagai upaya transfer pengetahuan dan wawasan demi terciptanya pemerataan,” jelasnya.

Dampak lanjutan dari pemerataan pendidikan ini, menurut Insan, berpotensi memperkuat fondasi ekonomi kawasan timur Indonesia. “Dengan adanya trickle down effect ini, maka pemerataan ekonomi di wilayah Indonesia Timur perlahan akan semakin membaik,” terangnya.

Jaminan Kesehatan Inklusif dengan BERANI Sehat

Di sektor kesehatan, program BERANI Sehat menjadi salah satu inisiatif yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sepanjang tahun 2025, program ini telah melayani 135.084 jiwa masyarakat Sulawesi Tengah, menghadirkan akses layanan yang lebih mudah dan inklusif.

Insan Praditya Anugrah menilai langkah pemerintah provinsi ini sebagai implementasi nyata kebijakan pro-rakyat di bidang kesehatan. “Apa yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini adalah implementasi nyata dari kebijakan kesejahteraan rakyat khususnya jaminan atas fasilitas health care,” katanya.

Peningkatan Konektivitas melalui BERANI Lancar

Sementara itu, melalui program BERANI Lancar, pemerintah provinsi mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Proyek jalan multiyears senilai Rp604 miliar serta pengoperasian kembali Jembatan IV Palu menjadi fokus utama untuk memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Upaya ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperlancar mobilitas barang dan jasa. “Itu merupakan hasil dari langkah konkret yang penting bagi lancarnya konektivitas antarwilayah dan juga peningkatan ekonomi antar daerah,” imbuh Insan.

Secara keseluruhan, Insan Praditya Anugrah menilai program BERANI telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah. “Kita semua berharap dengan rampungnya infrastruktur ini, maka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah akan semakin baik dan kemakmuran ekonomi akan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.