Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah direncanakan membentang sepanjang 274,7 kilometer. Proyek ambisius ini akan menjadi tanggul laut terpanjang di Pantura Pulau Jawa, bertujuan mengatasi berbagai permasalahan lingkungan dan ekonomi di kawasan tersebut.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Asha, mengungkapkan rencana ini saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Selasa (3/3). “Pembangunan tol laut di Jawa Tengah ini paling panjang, dengan rob yang paling banyak juga tentunya,” kata Didit.
Didit menjelaskan, pembangunan tanggul laut tersebut akan membentang dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang. Urgensi proyek ini mencakup penekanan laju penurunan muka tanah (land subsidence), mitigasi risiko bencana hidrometeorologi dan krisis air, serta meminimalisir potensi kerugian ekonomi masyarakat Pantura.
Tahapan Pembangunan Giant Sea Wall
Tahap pertama pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah akan difokuskan di wilayah Semarang dan sekitarnya, meliputi Kendal, Semarang, dan Demak, dengan panjang sekitar 33,5 kilometer. Rincian teknis akan dibahas lebih lanjut antara tim BOPPJ, pemerintah daerah setempat, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta perguruan tinggi yang terlibat.
Tahap berikutnya mencakup pembangunan tanggul laut di ruas Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan sepanjang sekitar 105 kilometer. Sementara itu, untuk wilayah Pati-Rembang, tanggul akan dibangun sepanjang sekitar 74,3 kilometer.
Respon Gubernur Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik rencana pembangunan Giant Sea Wall ini. Ia menyoroti tipologi Jawa Tengah yang rentan terhadap risiko bencana rob, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, Luthfi juga mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah di Jawa Tengah setiap tahunnya berkisar antara 8 hingga 11 sentimeter, sebuah angka yang mengkhawatirkan.
Luthfi menekankan pentingnya integrasi pembangunan tanggul laut ini dengan konsep tol laut yang sudah ada di Kota Semarang. “Giant Sea Wall ini yang selalu kita tunggu-tunggu untuk menyelesaikan masalah rob,” ujarnya.
Pertemuan antara BOPPJ dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut secara khusus membahas rencana pembangunan tanggul laut di Pantai Utara Jawa sebagai solusi komprehensif penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan Pantura.
