Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah terus mengintensifkan pembinaan keagamaan bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu. Upaya ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, yang puncaknya ditandai dengan penutupan pesantren kilat pada Minggu, 8 Maret 2026.

Pembinaan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai spiritual anak binaan, sekaligus mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Kanwil Ditjenpas Sulteng dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu.

Peran Penting Pesantren Kilat dalam Pembinaan Karakter

Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulteng, Maulana Luthfiyanto, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memegang peranan krusial dalam membantu anak binaan merefleksikan diri. “Pesantren kilat ini bukan hanya kegiatan seremonial Ramadhan, tetapi bagian dari proses pembinaan untuk menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada anak binaan,” ujar Maulana di Palu, Minggu (8/3/2026).

Maulana juga memberikan motivasi kepada para anak binaan agar tidak menyerah pada keadaan. Ia menekankan pentingnya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki diri. “Kami berharap kegiatan seperti ini mampu menjadi ruang pembelajaran yang memberi makna, sehingga anak binaan memiliki bekal moral dan spiritual ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dukungan Sosial dan Pesan Kemenag untuk Anak Binaan

Selain program pembinaan, Kanwil Ditjenpas Sulteng turut menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga anak binaan yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan meringankan beban keluarga.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni, mengingatkan anak binaan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang introspeksi dan perbaikan diri. “Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Jadilah manusia yang memberi manfaat bagi orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” pesan Ahmad Hasni.

Melalui berbagai inisiatif ini, Ditjenpas Sulawesi Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan anak binaan di LPKA Kelas II Palu mendapatkan bekal moral dan spiritual yang kuat, demi masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.