Tim SAR gabungan menemukan Bambang (28) dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Kualuh, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, pada Senin (16/2) dini hari. Korban ditemukan setelah dua hari pencarian intensif usai dilaporkan hanyut pada Sabtu (14/2).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa Bambang, warga Kecamatan Kualuh Leidong, ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa rekannya sedang berada di sekitar sungai dan mencoba menyeberang dengan berenang. Diduga, Bambang tidak mampu melawan derasnya arus sungai sehingga hanyut dan menghilang dari pandangan rekan-rekannya.
Warga sekitar sempat melakukan pencarian secara swadaya, namun tidak membuahkan hasil. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan karena korban tidak kunjung ditemukan.
Menanggapi laporan tersebut, Pos SAR Tanjung Balai Asahan segera memberangkatkan satu tim rescuer. Tim ini kemudian mengoordinasikan operasi pencarian gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan pemantauan di sepanjang bantaran sungai.
Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan pada Senin (16/2) sekitar pukul 00.20 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Sungai Kualuh Hulu dinyatakan selesai.
Hery Marantika menyampaikan, “Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR di sungai Kualuh Hulu kami nyatakan selesai. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian.” Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras.
