Rofik (40), seorang pemburu binatang hutan asal RT. 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dilaporkan hilang sejak Sabtu, 23 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Ia terakhir terlihat di hutan areal perusahaan PT International Timber Corporation Indonesia Kartika Utama (ITCI-KU), Sepaku.
Hingga Rabu, 27 Mei 2026, tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur masih terus melakukan pencarian intensif untuk menemukan Rofik. Upaya pencarian telah berlangsung sejak Senin, 25 Mei 2026, setelah laporan diterima.
Kronologi Hilangnya Pemburu
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, membenarkan perihal hilangnya pemburu tersebut. Ia menjelaskan bahwa Rofik bersama temannya, Dewa, pergi menjerat hewan di hutan lokasi KM. 41 areal Hak Pengusahaan Hutan milik PT. ITCI-KU pada Sabtu sore.
“Hingga Selasa ini atau di hari kedua, korban masih belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan terdiri dari, BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Pos Maridan, Bhabinkamtibmas, Pospol Maridan Kades Telemow, pihak PT. ITCI-KU, Otorita Ibu Kota Nusantara, aparat desa, keluarga korban dan warga lainnya,” ujar Nurlaila kepada Media Indonesia pada Selasa (26/5).
Nurlaila menambahkan, informasi mengenai hilangnya Rofik pertama kali disampaikan oleh Dewa kepada keluarga korban pada Minggu malam, 24 Mei 2026. Dewa mengabarkan bahwa Rofik belum ditemukan hingga Senin pagi. Setelah menerima laporan tersebut, keluarga korban segera melaporkan kejadian ini kepada DPKP Pos Maridan dan kepolisian.
Upaya Pencarian Terus Diperluas
Tim gabungan langsung menuju lokasi untuk menemui Dewa dan memastikan kebenaran informasi. Sejak Senin, tim telah melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi terakhir korban terlihat, namun belum membuahkan hasil.
Pada hari kedua pencarian, Selasa (26/5), tim gabungan memperluas area penyisiran dengan berjalan kaki di sekitar lokasi tempat menjerat hewan, yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari jalan utama. Selain itu, penyisiran juga dilakukan menggunakan kendaraan roda empat di area jalan utama yang mengelilingi kawasan hutan tempat korban diduga hilang.
Pencarian pada Selasa sore terpaksa dihentikan pada pukul 17.00 Wita karena kondisi hutan yang mulai gelap. “Pencarian terpaksa dihentikan pada pukul 17.00 Wita, karena kondisi hutan mulai gelap dan akan dilanjutkan Rabu (27/5) besok. Selain berjalan kaki dan menggunakan mobil kami juga kerahkan sepeda motor untuk melakukan pencarian terhadap korban,” pungkas Nurlaila.
Dengan demikian, upaya pencarian Rofik akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 27 Mei 2026, dengan melibatkan berbagai metode dan personel untuk menyisir area hutan yang luas.
