PARIGI, SULTENG – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menggelar acara open house di rumah jabatannya pada Minggu (22/3/2026), sehari setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi serta harmonisasi antara jajaran pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin Burase menegaskan pentingnya acara semacam ini. “Kegiatan semacam ini bukan hanya sekedar berkumpul, tetapi cara membangun harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Erwin Burase di hadapan para tamu yang hadir.
Interaksi yang terjalin melalui jabat tangan, yang menjadi simbol saling memaafkan atas kesalahan di masa lalu, disebut mencerminkan hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong dan warganya. Bupati Burase menambahkan bahwa momentum Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial.
“Lewat momentum ini memperkuat rasa persaudaraan antarsesama, tanpa memandang latar belakang maupun status sosial,” katanya, menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.
Suasana open house semakin semarak dengan penampilan paduan suara gerejawi dari Pesparawi LPPD Parigi Moutong, yang merupakan binaan Bimas Kristen Kementerian Agama Parimo. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bentuk dukungan bagi peserta yang akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah dalam ajang tingkat nasional di Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Juni 2026 mendatang.
Erwin Burase kembali menegaskan bahwa open house memiliki makna lebih dari sekadar tradisi. “Open house bukan hanya tradisi, tetapi menjadi ruang kebersamaan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dan menjaga persatuan serta keharmonisan di daerah,” ucapnya.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkokoh semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui momentum Hari Raya Idul Fitri, Bupati berharap nilai-nilai keikhlasan, saling memaafkan, dan kebersamaan dapat terus terjaga serta menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Saya juga memohon maaf bila ada tutur kata yang tidak berkenan di hati, melalui kesempatan ini sekeluarga kiranya dapat dimaafkan. Mari kita bergandengan tangan untuk mengada daerah ini supaya lebih baik di masa depan,” pungkas Erwin Burase, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Parigi Moutong.
