Ketegangan mewarnai proses relokasi pasar pagi di Kesamben, Kabupaten Blitar, pada Rabu, 6 Mei 2026. Sejumlah pedagang memblokir jalan nasional setelah akses masuk ke pasar pagi ditutup oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar.

Aksi blokir jalan ini merupakan bentuk penolakan pedagang terhadap rencana relokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Para pedagang bersikukuh untuk tetap berjualan di lokasi lama, meskipun pihak berwenang telah menyiapkan tempat baru.

Penolakan Pedagang

Salah satu pedagang ikan, Siti Romlah, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap relokasi tersebut. Ia menilai tempat relokasi yang baru terlalu sepi dan tidak strategis untuk berjualan.

“Saya berjualan sudah tujuh belas tahun berjualan ikan di pasar pagi ini, pasar ini milik desa dan tidak menganggu lalu lintas,” ujar Siti Romlah. Ia menambahkan bahwa relokasi dinilai tidak masuk akal, mengingat pasar pagi hanya beroperasi mulai pukul 01.00 hingga 06.00 WIB.

“Kami tidak boleh berjualan disini alasanya mengagu pekerjaan proyek pembangunan pasar kesamben yang terbakar itu, padahal para pedagang jam 06.00 sudah tidak ada yang jualan,” tambahnya.

Alasan Pemerintah Daerah

Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, menjelaskan bahwa relokasi pasar pagi ini dilakukan karena aktivitas pedagang berjualan terlalu dekat dengan area proyek pembangunan Pasar Kesamben yang terbakar sebelumnya. Pihaknya telah menyiapkan lokasi relokasi yang tidak jauh dari tempat berjualan saat ini.

“Aktivitas pedagang mengagu pengerjaan proyek pembangunan pasar kesamben. Untuk itu kami akan merelokasi ketempat baru,” tutur Darmadi.

Darmadi melanjutkan, sosialisasi mengenai relokasi ini sebenarnya sudah dilakukan kepada para pedagang. Namun, pedagang tidak memberikan respons positif dan tetap menolak untuk dipindahkan. Meskipun akses jalan sempat ditutup oleh petugas, pedagang tetap ngotot membuka kembali dan menyebabkan kemacetan di jalan nasional.

“Ya kami berharap pedagang bisa menpati lokasi baru, agar pembangunan pasar kesamben bisa cepat di selesaikan,” pungkas Darmadi.