Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali melakukan penyegaran di internal tim, kali ini menyasar sektor ganda putra. Langkah ini diambil untuk menjaga daya saing dan adaptasi tim di tengah ketatnya persaingan global serta padatnya kalender turnamen internasional.
Perubahan Struktur Kepelatihan Ganda Putra
Penyesuaian utama terjadi pada struktur kepelatihan ganda putra. PBSI menilai perubahan ini krusial agar proses latihan dan pendampingan atlet dapat berjalan lebih adaptif dan selaras dengan tuntutan turnamen internasional yang semakin menantang.
Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, penyegaran ini diharapkan mampu menjaga performa ganda putra Indonesia tetap stabil dan responsif menghadapi level persaingan tertinggi di kalender resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Dalam susunan terbaru, Chafidz Yusuf dipercaya mengisi peran asisten pelatih di sektor ganda putra utama. Ia akan mendampingi Antonius Budi Ariantho dalam menangani pasangan-pasangan elite Indonesia.
Tidak hanya itu, sektor ganda putra pratama juga mendapat sentuhan baru. Thomas Indratjaja ditunjuk sebagai asisten pelatih untuk bekerja bersama Andrei Adistia dalam membina pemain-pemain pelapis yang akan menjadi tulang punggung masa depan.
Langkah strategis PBSI ini juga sejalan dengan target Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang membidik dua medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis pada ajang SEA Games 2025, menunjukkan urgensi peningkatan performa di semua lini.
