Komika Pandji Pragiwaksono mengumumkan rencana peluncuran buku yang diadaptasi dari materi pertunjukan stand-up comedy miliknya, “Mens Rea”. Buku ini dijadwalkan rilis pada April 2026, menyusul pro dan kontra yang sempat menyertai penayangan materi tersebut di platform Netflix.
Pandji menjelaskan bahwa buku “Mens Rea” tidak hanya akan memuat materi komedi yang ia bawakan di atas panggung. Lebih dari itu, versi buku ini akan diperkaya dengan data dan fakta yang menjadi latar belakang setiap lelucon, dilengkapi penjelasan mendalam serta pandangan pribadinya.
“Biar lebih dari sekadar materi pertunjukan ya, lebih daripada sekadar acara lawaknya. Harapannya orang-orang bisa memahami argumen-argumen di balik jokes yang ada di Mens Rea,” ungkap Pandji saat ditemui di Mabes Polri, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, buku ini lahir dari banyaknya diskusi dan perdebatan di masyarakat sejak materi “Mens Rea” dirilis. Melalui buku ini, Pandji ingin menyajikan sudut pandangnya secara lebih komprehensif.
“Karena ada banyak diskusi yang terjadi di masyarakat. Penginnya diskusi itu dijelaskan dari sudut pandang saya. Kenapa Pandji bikin pertunjukan ini, apa yang dimaksud dengan kalimat ini, itu semua dijelaskan di buku tersebut,” tuturnya.
Ketika ditanya apakah peluncuran buku ini merupakan bentuk klarifikasi atas polemik yang sempat muncul, Pandji tidak sepenuhnya menampik. Namun, ia lebih memilih untuk menyebutnya sebagai sebuah karya yang lebih serius dan mendalam.
“Bisa dianggap seperti itu (klarifikasi), tapi buat saya ini sebuah wujud yang lebih serius dari Mens Rea,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan munculnya kembali perdebatan publik, mengingat penayangan “Mens Rea” di Netflix sebelumnya sempat memicu pro dan kontra, Pandji mengaku tidak merasa trauma atau khawatir. Ia menilai respons publik terhadap tayangan di Netflix tidak menimbulkan masalah besar dan menyadari hak setiap orang untuk berpendapat.
“Saya malah berharap buku ini bisa membantu memberi kejelasan aja di antara masyarakat sehingga nggak perlu lagi terjadi kesalahpahaman,” ujar Pandji.
Sebelumnya, materi “Mens Rea” yang tayang di Netflix pada akhir Desember 2025 memang sempat memicu polemik. Pandji bahkan dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan penistaan terkait pernyataannya mengenai pemberian konsesi tambang oleh pemerintah kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Pandji telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat, 6 Februari 2026, terkait perkara tersebut.
