Komika Pandji Pragiwaksono memastikan pertunjukan spesialnya yang berjudul Mens Rea akan segera diadaptasi ke dalam bentuk buku. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pandji kepada awak media, dengan rencana rilis sekitar bulan April 2026.
Buku ini akan memuat naskah lengkap dari materi komedi Mens Rea, termasuk data, fakta, dan perspektif Pandji terhadap lelucon-lelucon yang ia bawakan. Menurut Pandji, format buku memberikan ruang lebih untuk menjelaskan maksud dari materi yang terkadang sulit dipahami lewat pertunjukan panggung saja.
Pandji: Buku Mens Rea Berisi Naskah, Data, dan Pendapat
“Iya betul, Mens Rea akan hadir dalam bentuk buku. Isinya adalah naskah dari joke-nya dengan data dan fakta yang mendasari joke-nya dan pendapat saya akan joke tersebut,” kata Pandji kepada media.
Proyek buku ini muncul sebagai bentuk klarifikasi lebih mendalam dibanding karya-karya sebelumnya. Pandji menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar merchandise pertunjukan, melainkan merupakan cara untuk menjawab pertanyaan dan tanggapan publik secara lebih serius.
“Kenapa Pandji bikin pertunjukan ini, apa yang dimaksud dengan kalimat ini, itu semua dijelaskan di buku tersebut. Bisa dianggap seperti itu (klarifikasi), tapi buat saya ini sebuah wujud yang lebih serius dari Mens Rea,” tegas Pandji.
Adaptasi buku ini juga terkait dengan perhatian publik terhadap materi lawas Pandji tentang tradisi pemakaman di Toraja, yang kembali viral pada akhir 2025. Materi tersebut sempat memicu kontroversi hingga Pandji diperiksa oleh Bareskrim, meski tidak berujung pada proses hukum yang panjang.
Dalam konteks itu, Pandji berharap buku Mens Rea bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas dan mengurangi salah paham di masyarakat. Ia ingin karya komedinya tetap bisa dinikmati tanpa menimbulkan kebingungan atau interpretasi yang salah.
“Saya malah berharap buku ini bisa membantu memberi kejelasan saja di antara masyarakat sehingga nggak perlu lagi terjadi kesalahpahaman,” ujar Pandji menutup pernyataannya.
Selain sebagai media klarifikasi, buku ini juga diharapkan menjadi pengalaman membaca yang menghibur. Pandji menyajikan materi komedinya dengan konteks data dan fakta, sehingga pembaca bisa memahami proses kreatif di balik setiap lelucon. Dengan hadirnya buku ini, publik bisa melihat sisi lain dari seorang komika: bukan hanya menghibur di atas panggung, tetapi juga serius dalam menyikapi respons masyarakat.
