PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), emiten properti terkemuka, berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 30 Maret 2026, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,76 triliun. Angka ini melonjak 14 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 2,42 triliun.

Lonjakan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih perseroan yang mencapai Rp 7,11 triliun pada 2025, naik 7 persen dari raihan tahun 2024 sebesar Rp 6,67 triliun. Tren positif ini juga diikuti oleh kenaikan laba kotor sebesar 5 persen menjadi Rp 3,94 triliun, serta pertumbuhan EBITDA sebesar 3 persen menjadi Rp 3,71 triliun.

Pendapatan Berulang Jadi Penopang Utama

Kinerja cemerlang PWON ditopang sangat kuat oleh segmen pendapatan berulang (recurring revenue). Pendapatan dari pusat perbelanjaan ritel tercatat melonjak 14 persen, dari Rp 3,43 triliun menjadi Rp 3,93 triliun. Bisnis perhotelan turut memberikan kontribusi positif dengan capaian Rp 1,42 triliun atau naik 2 persen.

Namun, pendapatan sewa perkantoran mengalami penyusutan 26 persen menjadi Rp 273 miliar. Secara keseluruhan rincian pendapatan, sewa ritel mendominasi pundi-pundi perusahaan dengan kontribusi sebesar 55 persen, disusul oleh segmen hotel dan apartemen servis sebesar 20 persen.

Marketing Sales dan Insentif Pemerintah

Dari sisi pra-penjualan (marketing sales), Pakuwon Jati berhasil mencetak angka Rp 1,3 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini sangat terbantu oleh kebijakan pemerintah, di mana sekitar 63 persen dari total marketing sales tersebut didorong oleh program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Secara komposisi, penjualan ini didominasi oleh segmen kondominium dan perkantoran yang menyumbang porsi 62 persen, sementara sisanya sebesar 38 persen berasal dari penjualan rumah tapak. Capaian ini terutama ditopang oleh penjualan unit di Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon Residences Bekasi, Grand Pakuwon, dan Pakuwon City.

Alokasi Belanja Modal untuk Ekspansi

Untuk terus menggenjot ekspansi dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan, perseroan telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1,21 triliun pada tahun 2025. Dana investasi berskala besar tersebut utamanya dialokasikan untuk mendanai berbagai proyek konstruksi strategis, meliputi Superblok Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3, dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.