Lombok Utara akan segera memiliki pabrik mini pengolahan kacang Sacha Inchi, sebuah inisiatif yang digagas oleh Penggiat Kurma Ukhuwah Datu Nusantara. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan pusat pengembangan produk pertanian unggulan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Arif Munandar, praktisi sekaligus pelopor kurma Ukhuwah Datu Nusantara yang akrab disapa Waq Dolah, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan peluncuran pabrik mini tersebut. Menurutnya, tanaman Sacha Inchi dikembangkan sebagai tanaman tumpang sari di lahan perkebunan kurma.
Langkah ini diambil untuk memaksimalkan produktivitas lahan sembari menunggu pohon kurma memasuki masa panen. “Tanaman kurma dari bibit umumnya baru mulai berproduksi sekitar enam tahun. Di sela-sela tanaman kurma itu kami tanami kacang Sacha Inchi agar lahan tetap produktif,” ujar Waq Dolah pada Senin (18/05/2026).
Waq Dolah menjelaskan, Sacha Inchi dipilih karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, khususnya Omega 3, 6, dan 9. Bahkan, ia mengklaim kandungan omega pada tanaman tersebut lebih tinggi dibandingkan ikan salmon.
Untuk tahap awal, pabrik yang dibangun di Lombok Utara akan beroperasi dalam skala mini. Meski demikian, kapasitas produksinya diperkirakan mampu mencapai sekitar satu ton. “Untuk Pulau Sumbawa pabriknya berada di Dompu, sementara untuk Pulau Lombok dipusatkan di Lombok Utara. Awalnya memang skala mini dulu, tetapi kapasitas produksinya tetap bisa mencapai sekitar satu ton,” katanya.
Diversifikasi Produk Olahan Sacha Inchi
Pabrik ini nantinya tidak hanya memproduksi minyak Sacha Inchi, tetapi juga berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi. Minyak hasil ekstraksi akan diolah menjadi kapsul kesehatan, minyak konsumsi langsung, hingga produk tetes untuk balita. Selain itu, hasil olahan lainnya juga akan dikembangkan menjadi serum kecantikan dan produk kosmetik.
Ampas hasil pengepresan kacang Sacha Inchi tidak akan terbuang percuma. Ampas tersebut akan dimanfaatkan menjadi biskuit omega yang masih memiliki kandungan nutrisi tinggi. Inovasi produk juga terus dikembangkan, salah satunya adalah Kurcoki atau kurma cokelat Sacha Inchi.
Produk Kurcoki dirancang sebagai perpaduan bahan baku lokal Lombok Utara. “Buah kurmanya dari Lombok Utara, cokelatnya dari Senaru, Sacha Inchi juga dari Lombok Utara. Jadi semuanya produk lokal. Ini yang nanti menjadi produk andalan kami,” jelas Waq Dolah.
Kurcoki disebut akan hadir dalam bentuk batangan seperti cokelat premium dan digadang-gadang menjadi identitas baru produk olahan khas Lombok Utara.
Dukungan Peningkatan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat
Direktur Utama Ukhuwah Datu Nusantara, Suharman, menambahkan bahwa pembangunan pabrik mini ini merupakan bagian dari ikhtiar pihaknya dalam mendukung program pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara.
Menurut Suharman, pengembangan Sacha Inchi bukan sekadar proyek bisnis, melainkan bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung aspek kesehatan melalui pemanfaatan kandungan omega yang dimiliki tanaman tersebut. “Sesungguhnya langkah yang kami lakukan ini adalah bagian dari ikhtiar mengawal pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Lombok Utara. Selain itu, dari sisi kesehatan kami juga ingin mendukung melalui manfaat kandungan omega dari Sacha Inchi,” ujarnya.
