Tim SAR gabungan pada Kamis (22/1/2026) berhasil menemukan enam korban baru kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi menjadi sembilan orang, menyisakan satu korban yang masih dalam pencarian dari total 10 penumpang.
Dari enam korban yang ditemukan, satu di antaranya telah berhasil diangkat ke puncak gunung, sementara lima lainnya masih berada di dalam jurang sedalam 350 meter. Lokasi penemuan korban berada di bagian ekor pesawat, dengan jarak antarjenazah sekitar 50 meter di area yang minim serpihan pesawat.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan, “Satu paket telah bersama dengan tim SAR gabungan. Masih ada lima paket lagi yang akan di evakuasi. Ketika di temukan berjarak masing-masing paket sejauh 50 meter, di tempat di mana tidak ada serpihan (pesawatnya)-nya,” ujarnya pada Kamis (22/1).
Sebelumnya, operasi SAR pada hari pertama dan kedua telah menemukan dua jenazah utuh, serta sejumlah body part atau potongan tubuh. Dengan penemuan enam korban baru ini, total sembilan korban telah ditemukan. “Hari ini ada enam (ditemukan), jadi sembilan korban, jadi kurang satu (total 10 orang korban). Kita memastikan, kita dapatnya sembilan,” kata Arif, salah satu anggota tim SAR, saat memberikan keterangan.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) membawa total 10 orang dan dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat tersebut hilang di wilayah pegunungan Bulusaraung, daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep.
Operasi pencarian difokuskan pada penyisiran intensif di sektor puncak dan area sekitarnya, melibatkan tim darat dan udara. Pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal dilakukan untuk memperluas cakupan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat dalam pencarian korban.
Penemuan enam korban tersebut dilaporkan terjadi antara pukul 09.22 WITA hingga 10.11 WITA. Andi Sultan menambahkan, “Sejak pagi empat personel tim puncak menyisir di sisi kiri line, sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan enam korban di titik koordinat yang saling berdekatan.”
Beberapa SRU (Search and Rescue Unit) dikerahkan ke masing-masing sektor pencarian dengan kekuatan personel bervariasi, sebelum akhirnya seluruh unsur diarahkan ke lokasi penemuan korban berdasarkan titik koordinat yang telah dipastikan.
Dukungan udara menggunakan Helikopter Bell 429 sempat direncanakan untuk dropping personel dan logistik, namun misi tersebut terpaksa dibatalkan dan helikopter kembali ke pangkalan Lanud Sultan Hasanuddin akibat cuaca buruk di lokasi. “Medan yang sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan,” papar seorang juru bicara tim SAR.
Satu jenazah yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan telah dibawa ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel untuk proses identifikasi. Korban tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar.
