Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen penuh untuk memperkuat kemandirian pangan daerah. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan program hilirisasi unggas terintegrasi yang dipusatkan di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, menjelaskan bahwa inisiatif hilirisasi unggas ini bertujuan mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah. “Selama ini kebutuhan telur dan daging ayam dipasok dari luar NTB, sehingga program hilirisasi menjadi awal kebangkitan perunggasan di NTB,” ujar Riadi di Mataram pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Proyek pembangunan fasilitas hilirisasi unggas tersebut berlokasi strategis di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa. Riadi memastikan bahwa pembersihan lahan dan pembangunan akses jalan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter telah rampung sesuai persyaratan teknis.

Lokasi tersebut akan menjadi tempat pembangunan fasilitas parent stock layer, yakni pemeliharaan ayam sebagai tahap awal pengembangan program hilirisasi unggas daerah. Selain itu, Riadi menambahkan, “Hilirisasi unggas juga untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur Program Makan Bergizi (MBG).”

Program hilirisasi unggas terintegrasi di NTB ini sepenuhnya dilaksanakan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN), sebuah perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor agroindustri. Peletakan batu pertama proyek ini direncanakan akan dilakukan serentak secara hibrida bersama beberapa provinsi lain yang mendapat alokasi tahap pertama, dan akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Nusa Tenggara Barat sendiri mendapatkan alokasi pembangunan yang signifikan, meliputi 2 unit parent stock, 1 unit grand parent stock, 1 unit pakan, 5 unit pullet layer, 5 unit RPHU+CS (Rumah Potong Hewan Unggas dan Cold Storage), serta 1 unit fasilitas pengolahan daging dan 1 unit pengolahan telur. “Sebanyak 16 unit bangunan itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB sesuai dengan kesiapan lahan yang diusulkan dan setelah mendapat verifikasi oleh PTPN bersama mitra,” pungkas Riadi.