Peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk menembus pasar global semakin terbuka lebar. Ninja Xpress, salah satu penyedia layanan logistik terkemuka, baru saja mengumumkan pembukaan lebih dari 40 jalur internasional baru yang siap mendukung ekspansi produk-produk lokal.

Data menunjukkan potensi besar UMKM di Indonesia, dengan sekitar 30,19 juta unit yang berkontribusi lebih dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pemerintah, melalui berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, terus mendorong digitalisasi dan peningkatan pangsa ekspor non-migas oleh UMKM, yang pada tahun 2024 mencapai 15,7% dan ditargetkan terus meningkat.

VP Head of Sales Ninja Xpress, M Yan Mallino, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung UMKM. “Selaras dengan tren global, baru saja membuka lebih dari 40 jalur internasional baru, siap mendukung pelaku UMKM Indonesia berekspansi ke pasar global,” terang Mallino di Sleman City Hall, Minggu (26/4).

Ekspansi jaringan ini mencakup rute-rute strategis ke kawasan Asia Pasifik seperti Jepang dan Hong Kong, Timur Tengah, serta beberapa negara di Eropa Barat, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis, hingga Amerika.

Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia, menjadi fokus utama dalam peluncuran layanan baru ini. Mallino menyoroti peran penting kota tersebut. “Dengan ribuan pelaku usaha di sektor kerajinan, fesyen, kuliner, hingga produk kreatif, Yogyakarta telah lama menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal berbasis komunitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, UMKM di Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan positif berkat ekosistem pendidikan, pariwisata, dan adopsi digital yang luas. Karakter produk yang kuat secara budaya dan narasi yang menarik menjadikan UMKM Yogyakarta memiliki potensi besar di pasar internasional.

Oleh karena itu, Ninja Xpress memilih Yogyakarta sebagai lokasi peluncuran layanan Ninja Cross Border “From Indonesia to the World”. “Ini adalah langkah strategis untuk mendorong UMKM lokal naik kelas dan menjangkau pasar global,” imbuh Mallino.

Layanan Cross Border

Layanan Cross Border dirancang untuk menyederhanakan proses ekspor bagi pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga merek yang sedang berkembang. Sistem logistik yang ditawarkan diklaim efisien, transparan, dan mudah diakses.

Beberapa negara tujuan utama meliputi Malaysia, Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta berbagai negara di Eropa seperti Inggris Raya, Jerman, Prancis, dan Belanda.

Mallino menjelaskan efisiensi biaya yang ditawarkan. “Dengan ini, biaya lebih efisien dengan standar layanan premium sehingga pelaku usaha dapat melakukan pengiriman lintas negara tanpa kompleksitas operasional yang tinggi,” ujarnya.

Pengiriman internasional kini semakin terjangkau, dengan tarif mulai dari Rp35.000 untuk rute tertentu seperti Malaysia, serta estimasi waktu pengiriman yang kompetitif mulai dari tiga hari. Layanan ini juga memungkinkan ekspor dari skala kecil, dengan minimum volume pengiriman mulai dari 0,5 kg.

Ninja Xpress menyediakan dukungan logistik secara menyeluruh. “Kami menyediakan dukungan logistik secara menyeluruh, mulai dari penjemputan barang hingga pengiriman ke alamat tujuan, termasuk pengurusan bea cukai untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar,” papar Mallino.

Untuk memastikan kelancaran pengiriman internasional, pengirim diwajibkan mematuhi ketentuan yang berlaku di negara tujuan, termasuk menghindari pengiriman barang terlarang. Dokumen yang diperlukan seperti invoice dan MSDS juga harus dilengkapi.

Mallino menutup pernyataannya dengan optimisme. “Dengan ini, peluang baru bagi UMKM untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional semakin terbuka,” pungkasnya.